Dari Kutai Timur, lanjut Andi PDP meninggal merupakan seorang wanita berusia 59 tahun, merupakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang dilaporkan Dinkes Kabupaten Kutai Timur, dengan riwayat berobat 19 April-26 April melakukan rawat inap di Wahau. Lalu, pada 29 April dirujuk ke RSUD Kudungga dengan keluhan nyeri kepala. Pasien juga dilaporkan memiliki comorbid atau penyakit bawaan hipertensi. Pasien mengikuti Rapid tes, hasil reaktif. Kondisi pasien memburuk dan dilaporkan meninggal.
Sementara itu, dari Kutai Kartanegara 1 kasus PDP meninggal merupakan seorang laki-laki 34 tahun, yang dirawat sejak tanggal 11-17 April di RS Hermina Samarinda, tanggal 18 April dirawat kembali dengan keluhan Sesak nafas, dilakukan pemeriksaan Rapid test pada tanggal 28 April 2020 dengan hasil rekatif dan dilakukan isolasi. Kondisi kasus memburuk dan di laporkan meninggal.
"Terakhir Balikpapan 1 kasus,
wanita 47 tahun merupakan PDP yang memiliki keluhan batuk, sesak nafas, dan gambaran pneumonia berat, serta memiliki comorbid (penyakit bawaan) TBC, Hipertensi, dan Immunodefisiensi. Kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo sejak 1 Mei 2020, kondisi pasien memburuk dan dilaporkan meninggal pada hari ini," papar Andi.
Andi membeber, dari semua kasus ODP dan PDP yang meninggal semua punya penyakit penyerta.
"Kondisinya sudah buruk saat dilayani di rumah sakit," tukasnya.
Dari total 18 kasus PDP dan ODP yang meninggal, baru satu yang terkonfirmasi positif covid-19. Dan 6 dinyatakan negatif, 1 probable (kemungkinan) 9 masih menunggu hasil laboratorium.
Kabar duka belum usai, hari ini Andi pun mengumumkan penambahan kasus terkonfirmasi positif, sebanyak 18 kasus. Dengan penambahan itu, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 154 kasus.
"Penambahan kasus positif berasal dari Kutai Timur 1 kasus, Kutai Barat 1, Kutai Kartanegara 10, dan Samarinda 6 kasus," ungkap Andi.
Penulis : Rusdi
Editor: Desman Minang