Kepala BKKBN Kaltim, Muhammad Edi Muin pun memita agar masyarakat menunda rencana kehamilan.
“Kalau awal hamil biasanya ada gejala mual, malas makan, hal-hal yang seperti itu bisa menurunkan daya tahan tubuh. Jadinya dia (calon ibu) sangat riskan di tengah situasi corona seperti,” jelas Edi, Jumat (1/5).
Pernyataan Edi tersebut bukannya tanpa alasan, dia menanggapi kelakar Gubernur Kaltim Isran Noor pada saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kaltim beberapa waktu lalu. Dalam agenda tersebut, Isran mengingatkan kepada para bupati dan wali kota di Kaltim agar lebih berhati-hati dan jaga jarak di rumah agar tidak positif.
“Kelakar tersebut sebenarnya menggugah kami BKKBN. Terus terang kami melihat kondisi saat ini orang banyak di rumah. Bapak-bapak yang biasanya banyak bekerja keras di luar dengan jam yang terpakai lebih banyak ketimbang di rumah, sekarang terbalik, semua di rumah,” katanya. Edi menilai, berada di rumah dan berkumpul dengan keluarga, keharmonisan makin terjalin.
“Tapi di luar itu waktu semakin banyak bercengkrama dengan keluarga, termasuk dengan pasangan,” imbuhnya.
Edi mengaku akan memaksimalkan peran penyuluh keluarga berencana (KB) yang berada di kecamatan-kecamatan agar meningatkan kesadaran masyarakat memakai alat kontrasepsi, baik menggunakan pil atau pun kondom ketika berhubungan badan.
“Anjuran kita jangan hamil dulu di saat sulit seperti ini, karena kita tahu kalau perempuan hamil itu kasihan. Tunggu supaya ini normal baru hamil,” pungkasnya.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: M. Huldi
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 05 Mei 2020