Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan, hingga kini pihaknya telah mendeteksi total 749 orang asal Kaltim, yang mengikuti kegiatan yang berlangsung Maret lalu itu. "Dari 749 itu, 64 orang positif, 78 orang PDP (Pasien Dengan Pengawasan)," ujar Andi rilis harian melalui Aplikasi Zoom, Rabu (29/04/2020) petang tadi.
Berdasarkan wilayah asalnya, Kota Samarinda menjadi kota dengan penduduk terbanyak yang mengikuti kegiatan yang menjadi klaster besar penularan Covid-19 itu. Tercatat 200 orang asal Samarinda, masuk dalam Klaster Gowa. 14 diantaranya dinyatakan positif Covid-19. Selain itu, ada orang dari Klaster Gowa juga tersebar di beberapa Kabupaten/kota. Untuk itu, Andi meminta untuk tetap waspada dan menjalankan protokol pencegahan Covid-19, dengan menggunakan masker ketika keluar rumah, dan selalu mencuci tangan.
"Tapi kita tidak boleh menstigma orang, kita justru harus berikan support kepada mereka, sambil kita tetap berjaga jarak dan waspada. Masyarakat jika ada yang disekitarnya rapid test reaktif jangan dijauhi. Tapi tetap waspada. Hentikan stigma, dan berikan support kepada mereka, ketika melakukan isolasi," tutupnya.[*]
Penulis : Rusdi
Editor Aspian Nur