Namun, hal ini nampaknya tak dihiraukan warga.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kaltim Gede Yusa mengatakan, kedatangan massa tak terbendung. Meskipun, di lokasi telah disiagakan petugas dari Kepolisian, juga Satpol PP Kaltim.
"Sudah kami atur, untuk berjarak 2 meter. Tapi karena banyaknya warga yang datang, sulit juga mengendalikan," ujar Gede kepada korankaltim.com, Kamis (23/04/2020) siang.
Kasatpol PP memastikan, panitia juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat yang datang.
"Di dalam pagar maupun di luar ada yang melakukan sosialisasi untuk menjaga jarak. Ini diluar kendali panitia, kami udah berusaha sekali. Dari jalan raya pun, sudah sampaikan untuk jaga jarak. Tadi jam 12 sudah ada disampaikan. Tolong jaga jarak, masuk cuci tangan, masuk harus pakai masker. Sampai sekarang saya masih di lokasi. Kondisi terakhir sudah cukup terkendali," tukas Gede.
Aparat kata Gede, membantu melakukan pengaturan, dan memprioritaskan ibu-ibu, atau warga yang tua. Namun, diakuinya sempat kewalahan karena massa terus berdatangan.
"Masyarakat banyak jumlahnya. Tapi sudah di imbau. Sudah ada beberapa yang kembali, tapi ada juga yang masih bertahan. Tapi kami paham karena faktor kebutuhan. Tapi selalu kami imbau kami awasi, sehingga tidak ada yang fatal," bebernya.
Satpol PP Kaltim, ujar Gede menurunkan 30 anggota untuk membantu melakukan pengaturan.
Penulis : Rusdi
Editor: Aspian Nur