Joko kepada korankaltim,com menjelaskan biasanya adiknya itu datang ke kosnya di Jalan Pahlawan untuk minta makan tapi setelah hari Ahad (12/4/2020) sang kakak tidak pernah lagi terlihat. Joko yang biasa mengantarkan makanan serta menengok juga tidak menemukan keberadaan sang adik dikediamannya.
Karena khawatir Joko dan keluarga melapor ke Ketua RT dan selanjutnya didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas ke Mapolsek Samarinda Ulu, Senin (13/4/2020) malam lalu. Jasad Hendrik ditemukan Joko saat dirinya mendatangi kediaman adiknya itu sekitar pukul 17.30 WITA. Joko yang saat itu masuk ke rumah Hendrik mencium bau menyengat dan menuntun langkahnya ke sumur berdiameter 1,5 meter di samping rumah dan seketika itu juga terkejut melihat sesosok jasad dengan kondisi telungkup. Melihat ciri-ciri pakaian yang kenakan sangat identik dengan baju adiknya, Joko pun langsung meminta pertolongan warga.
"Saya mendatangi rumah dengan harapan adik saya ini sudah kembali dan berada dirumah. Tapi saat baru di halaman sudah tercium bau tidak sedap. Adik saya ini kadang mendatangi kios saya di Jalan Pahlawan untuk meminta makan, tapi kan sudah beberapa hari tidak datang makanya kami sempat melaporkan masalah orang hilang ini ke pihk kepolisian sektor Samarinda Ulu," papar Joko.
Petugas kepolisian dari Polsek Samarinda Ulu beserta relawan gabungan yang sejak awal berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) akhirnya bergegas melakukan evakuasi. Jasad Hendrik diangkat relawan gabungan dari dalam sumur dan saat diangkat baru diketahui tangannya dalam kondisi terikat tali dengan mengenakan kaos dan celana pendek.
Kapolsek Samarinda Ulu, Kompol Indra Wahyu Majid melalui Kanit Reskrim Iptu M Ridwan mengakui sebelumnya keluarga almarhum memang sudah memberikan laporan tentang orang hilang dan sudah melakukan pencarian hingga akhirnya ditemukan kakaknya sendiri meninggal di dalam sumur. "Ditemukan sendiri oleh kakaknya sore tadi dan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam sumur," sebut Ridwan.
Polisi membawa jasad Hendri ke RSU AW Syahranie untuk divisum dan untuk mengetahui penyebab kematiannya. Terpisah Ketua RT 30 Lasi menyebut sebelum ditemukan, pria paruh baya itu terakhir terlihat warga hari Ahad empat hari lalu lalu saat warga melakukan kegiatan penyemprotan desinfektan disekitar kampung, pada saat itulah melihat Hendrik berjalan keluar gang rumah.
"Rumahnya kan memang masuk gang diatas, saat penyemprotan dia keluar dari gang rumahnya menuju jalan utama Gang 3, saya tanya hendak kemana, dia menjawab hanya ingin jalan-jalan," jelas Lasi.
Warga sekitar mengenal Hendrik sudah biasa berjalan seorang diri sehingga tidak terlalu memperhatikan tujuan Hendrik, hingga menjelang sore Hendrik kembali pulang ke kediamannya. "Hendrik ini pernah dirawat di rumah sakit jiwa karena mengalami gangguan kejiwaan. Meski begitu kondisinya normal saja, tak pernah mengganggu orang lain (warga sini) lalu kalau ditanya juga selalu menjawab," ungkap Lasi. (*)
Penulis: Fairus
Editor: Aspian Nur