Disinggung mengenai penyebab pasti demam tinggi dan menggigilnya tubuh Buniah itu dikarenakan penyakit biasa namun Ismed tak bisa menyebutkannya secara merinci. "Yang jelas cuman sakit biasa, tidak ada hubungannya dengan covid-19," sebutnya.
Meski berasal dari Kabupaten Gowa, Sulsel yang saat ini berada dalam status darurat tentu membuat tim gugus percepatan penanganan covid-19 Samarinda harus bertindak seksama. Melihat hasil kondisi kesehatan Buniah yang tidak ada sangkutannya dengan pandemi covid-19, maka selanjutnya Buniah akan diserahkan kepada pihak terkait lainnya. Semisal Dinas Sosial (Dinsos) untuk mempertemukan Buniah dengan sanak saudaranya.
"Biarpun tak ada hubungannya, tapi tetap ditangani oleh rumah sakit (RSUD IA Moeis). Hanya pemeriksaan awal karena tekanan gula darah sama yang bersangkutan stres mencari keluarganya," sambungnya.
Untuk hasil rapid test baru bisa diketahui setelah sampel darah dari Buniah yang diambil petugas ketika melakukan evakuasi kemarin dan dilakukan uji laboratorium di kantor Dinkes Samarinda. Itulah mengapa petugas medis yang melakukan evakuasi kepada Buniah kemarin dan tidak bisa menyebutkan hasilnya.
Rapid test ini memiliki dua sistem yang berbeda pada tahap pengujiannya. Kalau jenis rapid test yang mengambil sampel darah dialiran kapiler semisal ujung jari, hasilnya tidak ada seakurat dengan metode rapid test yang mengambil sampel darah pada area sena atau lipatan siku.
"Karena di beberapa daerah juga dianjurkan pengambilan darah dilipatan siku karena lebih efektif dan enam positif di Samarinda metodenya pengambilan dari aliran darah sena itu," sebut Ismed. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur