Lansia yang mulai pikun ini pun dijemput dan diinapkan di Polsek Samarinda Seberang setelah beberapa anggota kepolisian mendatanginya lantaran tak tahu arah alamat kediaman keluarganya.
Saat di kantor polisi, wanita pensiunan guru asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini terlihat kebingungan. Tak ada satupun kontak dari sanak keluarganya yang bisa dihubungi petugas.
"Dugaan awal itu yang bersangkutan terlantar makanya kami amankan ke polsek. Kami tanya, bilangnya mau ke Berau," kata Kapolsek Samarinda Seberang Kompol Suko Widodo, Senin (13/4/2020).
Sehari berada di Mapolsek, Buniah dikabarkan mengalami demam dan tubunya menggigil. Polisi semakin ketar-ketir karena menemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Lansia ini yang berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Melihati kondisi kesehatan Buniah, pihak kepolisian berkoordinasi dengan tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19. Namun, permintaan tersebut baru ditindaklanjuti pada Senin (13/4/2020) sore tadi.
Baru pada sore hari tadi tim penanganan gugus tugas tiba di Mako Polsek Samarinda Seberang.
"Mengingat kondisi yang bersangkutan demam tinggi, menggigil dan berasal dari Kabupaten Gowa, makanya kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait," imbuhnya.
Buniah pun sempat beberapa kali ditanya tetapi jawabannya tak jelas. Diduga akibat kepikunan di usia senjanya.
Dia mengaku merupakan kelahiran Bulukumba dan besar di Kabupaten Gowa. Ia tak memiliki suami dan anak. Keluarga yang hendak ditemui berada di Kaltim adalah keponakannya.
"Dari Bulukumba naik mobil ke Makassar, baru dari sana saya naik kapal. Saya beli tiket kapal sendiri pakai uang pensiunan saya," tukasnya.
Selain di Kabupaten Berau, ia juga mengaku punya sanak saudara di Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sayang, petugas tak mampu menemukan pihak keluarga yang disebutkan Buniah.
Sekitar pukul 17.00 WITA, barulah dilakukan rapid test terhadap Lansia ini. Buniah kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulan ke RSUD IA Moeis.
Penulis : Fairus
Editor: M.Huldi