"Ancaman lain yaitu DBD, untuk kasusnya memang tahun kemarin dibanding tahun ini mengalami penurunan, namun sudah ada korban itulah yang membuat kita juga harus waspada," jelas Andi, Minggu (12/4/2020)
Andi juga menyebut penyakit lain yang selalu muncul setiap tahun di Kaltim terutama DBD dalam hal ini, ia pun mengingatkan saat masyarakat sedang berada dirumah mulai berkegiatan menjaga kebersihan lingkungan rumah, anjuran 3M Plus yaitu menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air dan lainnya. Berikutnya, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
"Bersihkan genangan-genangan air yang ada, selalu pel lantai dengan disinfektan. Terpenting laksanakan 3M Plus," ucap Andi
Kegiatan pencegahan lain yang dapat dilakukan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk. Kondisi pandemi corona seperti ini, maka jangan sampai masyarakat ada yang terjangkit DBD, karena fasilitas dan tenaga medis di rumah sakit saat ini sedang berjuang untuk penanganan Covid-19.
"Dengan melaksanakan 3M Plus, masyarakat secara tidak langsung membantu pemerintah dalam pencegahan penularan penyakit demam berdarah," ungkap Andi.
Data penderita Demam Berdarah Dengue Januari - 12 April 2020 di 10 Kabupaten/kota di Kaltim :
*Januari total Pasien yang dirawat : 521 orang.
Pasien meninggal ada 3 orang di Balikpapan.
*Februari total Pasien yang dirawat : 430 orang.
Pasien meninggal 7 orang, terdiri dari:
- 1 di Balikpapan
- 2 di Paser
-1 di Kutai Kartanegara
-1 di Kutai Barat
-1 di Kutai Timur
-1 di Berau
*Maret total Pasien dirawat : 224 orang.
Pasien meninggal tidak ada.
*April hingga hari ini total Pasien dirawat : 8 orang
sumber data : Dinkes Kaltim
Penulis : Fairus
Editor: Desman Minang