Organisasi Gabungan Transportasi (Orgatrans) Kaltim menyebut sekitar 60 persen awak angkutan umum terancam kehilangan pekerjaannya akibat sepi penumpang. Ketua Orgatrans Kaltim Kamariyono mengatakan selain penambahan masker pemerintah juga haruslah memperhatikan berlangsungnya hidup para supir.
"Terkait pemakaian wajib masker, ya jadi kami mengikuti himbauan pemerintah. Kumpul-kumpul juga sementara ini kami batasi bagi anggota. Yang terpenting berlangsungnya hidup mereka saja, karena saat ini penumpang sudah jarang karena memang takut keluar dan terpapar virus," ujar Kamariyono Ahad (12/4/2020) tadi.
Kamaryono mengungkapkan jika para supir angkutan ini hanya berdiam diri sesuai anjuran, jelas tidak ada pemasukan bagi mereka. Jaminan ketenangan hidup bagi para supir angkutan yang notabene memang kebanyakan menengah kebawah sudah semestinya diperhatikan oleh pemerintah melalui kebijakan yang efektif, guna mensiasati agar para masyarakat yang terdampak pandemi ini juga tidak melakukan hal yang diluar kehendak.
"Hutang sana-sini, itu pun kalau yang memberi hutang masih ada uangnya sembari berharap kondisi pandemi mereda. Karena juga mereka tetap jalan mencari penumpang, harus setoran juga. Masyarakat kecil kan yang paling patuh serta taat pada aturan pemerintah, tetapi juga menjadi yang paling terdampak," ungkap Kamariyono.
Selain sudah berhutang sana sini, ia juga mendengar langsung dari anggota dilapangan keadaan sangat sepi setelah pandemi corona muncul. Bukanlah senyum yang terlihat saat menunggu penumpang, tetapi keluhan yang terlihat dari para supir angkutan.
"Karena sudah tidak ada yang dimakan, akhirnya makan teman sendiri nantinya. Semoga keadaan seperti itu tidak terjadi, setelah adanya perhatian dari pemerintah. Bukan hanya pembagian APD masker saja, sumber penghidupan mereka juga butuh diperhatikan," harapnya. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur