Berita ini beredar dengan cepat dan menjadi perbincangan publik. Apalagi, PDP ini sempat mengancam perawat dengan menodongkan pecahan kaca. Berikut fakta-fakta soal PDP tersebut yang dihimpun redaksi korankaltim.com:
1. Identitas Dipublikasikan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed mengaku, terpaksa membuka identitas pasien, sebagai salah satu strategi, hadapi penyebaran Covid-19.
Nama pasien tersebut NASIR, Pria berumur 52 tahun dan tinggal di Jl PEMUDA 2 No. 39 A, Kota Samarinda.
"Kami kalau sudah begini buka (identitas), karena dengan begitu dengan sendirinya akan diawasi oleh masyarakat. Tidak berani dia keluar. Orang Samarinda ini beda, tekanannya kuat. Makanya kami Dinkes menghadapi Covid beda, kalau sudah begini kami buka. Itu teknik kami. Samarinda bisa mendelay transmisi lokal. Bukan tidak bisa terjadi (transmisi lokal) bisa saja terjadi. Tapi kalaupun terjadi transmisi lokal, yang di RS sudah siap. Kami ukur kekuatan faskes dan tenaga medis," ujar Ismed dihubungi korankaltim.com Sabtu (11/04/2020) pagi.
2. Jika Bandel, Karantina Rumah Diberlakukan
Ismed memastikan, bahwa yang bersangkutan tidak kabur. Hanya memaksa untuk pulang. Saat ini, pasien berusia 52 tahun itu, menyandang status PDP karena menunjukkan hasil positif dari hasil Rapid Test, dan masuk daftar klaster Ijtima Dunia Zona Asia 2020, di Kabupaten Gowa.
Untuk itu, Dinkes kata Ismed akan melakukan pengambilan sampel swab di rumah pasien.
"Hari ini kami turun langsung, ambil sampel. Rumah sudah di police line, yang bersangkutan tidak berani keluar.
Jadi dengan sendirinya karantina rumah 30 hari. Tapi kalau dia tetap ngeyel akan ada tindakan," papar Ismed.
3. Hanya Tinggal Berdua, Istri Korban Kooperatif
Diketahui, yang bersangkutan tinggal di salah satu rumah di Jalan Pemuda II, Kota Samarinda. Pasien tinggal bersama sang istri.
Info didapat korankaltim.com dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak, yang bersangkutan hanya tinggal berdua dengan istrinya.
"Istrinya belum positif. Semua berpotensi. Ini untuk menjaga keamanan. Sambil menunggu hasil swab. Karena dia juga di swab tidak mau. Hari ini mau diambil swabnya," ungkap Andi melalui sambungan telpon Sabtu (11/04/2020) siang.
4. Warga Berkerumun di Dekat Rumah Pasien
Pantauan korankaltim.com beberapa petugas dari BPBD Samarinda, Dinkes Samarinda hingga aparat keamanan nampak melakukan aktivitas di sekitar Jalan Pemuda II, sejak Sabtu pagi. Hal ini, rupanya menarik perhatian warga sekitar yang akhirnya berkerumun.
Penulis : Permata S Rahayu & Muhammad Fairoussani
Editor: M.Huldi