Tim Gugus Tugas Covid-19 Berusaha Jemput Kembali Pasien PDP yang Ngamuk
2 menit baca6.207 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Seorang PDP ngotot tak mau dirawat isolasi pada Jum'at (10/4/2020), coba dijemput kembali.
2 menit baca6.207 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Seorang PDP ngotot tak mau dirawat isolasi pada Jum'at (10/4/2020), coba dijemput kembali.
Sabtu (11/4/2020), rumahnya kembali didatangi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samarinda.
Petugas masih mengupayakan agar pasien yang diketahui pelaku perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan tersebut agar mau mendapat perawatan intensif di RSUD AW Sjahranie.
Saat diminta konfirmasinya perihal penjemputan, Plt Kepala Dinas Kota Samarinda Ismed Kusasih mengakui tim gugus tugas yang terdiri dari unsur BPBD Samarinda, TNI Polri, Petugas medis dan unsur lainnya berada di lokasi bermaksud membawa pasien tersebut.
"Rumah yang bersangkutan sudah diberi garis polisi (police line), yang bersangkutan tidak berani keluar. Tapi, kalau yang bersangkutan ngeyel akan ada tindakan. Solusi sementara kami garis polisi area rumah, karena bentuknya karantina mandiri, serta kami ambil sampel untuk dilakukan swab test-nya hari ini. Jadi bukan kabur, tetapi menolak dirawat makanya kami (tim gabungan) dengan BPBD, TNI-Polri petugas medis kami antarkan," jelas Ismed.
Ismed mengaku tak tahu alasan yang membuat pasien bersangkutan marah hingga menolak dirawat.
Namun, Ismed menekankan bahwa ini pesan bagi warga Samarinda agar senantiasa kooperatif karena covid-19 butuh penanganan khusus dari petugas medis. Terpenting, antisipasi agar masyarakat lain tidak terpapar.
"Kenapa marah? Kami tidak tahu. Kami sedang dalami itu, yang bersangkutan bersama istrinya saja. Tidak ada anaknya. Istrinya ini kooperatif," sebut Ismed
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak juga turut menyayangkan aksi NM.
"Singkatnya begini, yang bersangkutan tidak kooperatif, salah satunya memaksa tidak ingin dirawat, pulang paksa itu. Dia pecahkan kaca mau keluar. Daripada mengganggu dan mengancam petugas, akhirnya kemarin melibatkan aparat keamanan, kalau masih juga tidak kooperatif maka akan dilakukan karantina rumah," tegas Andi.
Andi juga mengungkapkan kondisi istri NM yang belum terindikasi covid-19, tetapi semua berpotensi terpapar apalagi melakukan kontak erat dengan pasien yang sudah ditetapkan PDP.
Mengenai usaha penjemputan yang dilakukan tim gugus tugas hari ini, Andi menyebut, itu untuk upaya swab test memastikan kondisi yang bersangkutan.
"Hari ini mau diambil swabnya. Kalau sudah positif tidak bisa pulang," sebut Andi.
Penulis : Mohammad Fairoussaniy
Editor: M.Huldi

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG