Seorang pengguna media sosial twitter, dengan nama akun @tengeknih mengunggah sebuah foto yang menangkap kejadian tersebut.
"3 April 2020, APT Pranoto Samarinda. Penunpang dengan APD di tengah kelangkaan dan kebutuhan medis. Telat ketinggalan pesawat malah marah-marah," tulis akun tersebut, melengkapi unggahan foto yang menunjukkan penumpang dengan APD lengkap tengah berada di antrean check in.
Tak diketahui pasti, siapa orang dibalik baju APD tersebut. Pasalnya, set APD lengkap dikenakan hingga kacamata menutupi wajah, ditambah masker.
Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi membenarkan kejadian itu. "Iya benar. Calon penumpang ke Makassar," ujar Dodi dikonfirmasi Sabtu (04/03/2020) siang.
Dodi juga membenarkan bahwa calon penumpang tersebut terlambat sehingga tertinggal pesawat. "Kejadian kemarin (Jumat 3 April 2020). Ketinggalan pesawat lagi dia, menuju ke Makassar," papar Dodi.
Sayang, Dodi tak membeber rinci identitas penumpang tersebut.
Penggunaan APD pada tempat yang tak semestinya, di tengah suasana genting menghadapi pandemi Corona, disayangkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim dr Nataniel Tandirogang.
Nataniel bahkan menyebut tindakan ini berlebihan. Pasalnya, saat ini pemerintah, IDI dan semua pihak tengah berupaya memenuhi kurangnya APD bagi para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.
"Waduh ini terlalu berlebihan. Pemborosan, karena mungkin ketidaktahuan kegunaan masing-masing bagian APD tersebut," ungkap Nataniel melalui pesan singkat, Sabtu (04/03/2020) sore.
Penyalahgunaan APD ini, kata Nataniel bisa saja disebabkan banyak faktor. "Apakah karena ketakutan yang sangat berlebihan, atau hanya mencari perhatian?" tukasnya.
Dia mengatakan yang terus mesti dikampanyekan adalah semua orang yang berada di area publik, wajib memakai masker.
"Jenis apapun, bahkan masker kainpun sudah cukup lumayan. Tak perlu pakai APD. Karena prosedur itu dipakai di wilayah zona merah di rumah sakit, yakni zona dimana berhadapan langsung dengan penderita konfirmasi positif, atau pada saat penangan langsung PDP (Pasien Dalam Pengawasan)," jelasnya.
Penukis : Rusdi
Editor: M.Huldi