Seperti upacara Melasti yang biasa dilaksanakan di Jalan Gajah Mada sebelum puncak nyepi, akhirnya harus dilakukan di puncak Pura Jagat Hita Karana yaitu tempat persembahyangan utama.
"Upacara Melasti sudah kami laksanakan hari minggu pagi lalu, kami lakukan dengan hanya ngubeng atau pelaksanaan hanya di utama mandala pura itupun dengan jumlah umat sangat terbatas sebagai bentuk menaati pemerintah sebagai guru wisesa," jelas I Ketut Witana, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Samarinda saat ditemui di area Pura Jagat Hita Karana, Jalan Sentosa, Sungai Pinang Selasa (24/3/2020).
Witana juga menyebut, sudah dilaksanakan Tawur Agung Kesanga pada pagi tadi. Menurutnya, Tawur Agung Kesanga dan Nyepi merupakan satu rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi, sehingga upacara tersebut tetap harus dilaksanakan meski di tengah penyebaran virus corona.
"Iya, hari ini dilaksanakan Tawur Agung Kesanga tadi dilaksanakan jam 09.00 sampai 11.00 WITA dengan jumlah umat sangat terbatas 20 orang saja, kalau tahun sebelumnya bisa 400 umat yang datang bahkan lebih," ungkapnya.
Dirinya juga menegaskan pengarakan ogoh-ogoh atau patung raksasa yang biasa dilakukan sehari menjelang Nyepi ditiadakan. Tradisi mengarak ogoh-ogoh, seperti yang selalu dilakukan setiap tahun, selalu menjadi peristiwa yang dinanti oleh warga, baik umat Hindu maupun pemeluk agama lain.
"Semua kegiatan terpusat di pura serta dilakukan sangat sederhana termasuk acara ulang tahun pura tanggal 7 April nanti," tukasnya.
Sebelum masuk ke area pura untuk sembahyang, umat juga melewati pengecekan kondisi tubuh serta wajib mencuci tangan menggunakan gel pencuci tangan.
Penulis : Fairus
Editor: M.Huldi