Beberapa warga di Samarinda Seberang banyak yang menggunjingkan kebijakan tersebut, bahkan ada yang menyebut Masjid Al Baqa juga tidak akan menggelar salat berjamaah maupun salat Jumat. Namun hal itu dibantah oleh pihak Masjid Al Baqa, bahkan kegiatan serta aktivitas di masjid masih berjalan seperti biasanya.
"Masih normal, tidak ada pemberhentian kegiatan, dalam kegiatan beribadah kita terus mengingatkan agar jamaah selalu berdoa agar terhindar dari segala penyakit," ujar Sekertaris Masjid Al Baqa Darwis MS selepas salat Jumat siang tadi (20/3/2020)
Senada dengan Darwis khatib salat Jumat kali Habib Hamzah bin Sahil menegaskan tak ada yang harus dikhawatirkan terkait virus corona, ini adalah suatu cerminan kekuasaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa maka haruslah menjadi bekal bagi umat khususnya jamaah salat jumat agar mawas diri sehingga semakin mendekatkan diri serta terus berdoa dan perbanyak beramal shalih.
"Kita harus melihat virus yang mengakibatkan kematian ini adalah datangnya dari Allah, Tuhan Semesta Alam. Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian dan juga merasakan ujian baik atau buruk, kita harus mulai menyikapi dengan rasa introspeksi diri bukan khawatir. Perbanyak berdoa agar senantiasa datang pertolongan-Nya," jelas Habib Hamzah.
Ratusan jamaah sangat khidmat mendengar khutbah dari khatib yang banyak memberikan pesan-pesan agar tidak khawatir pada virus yang sudah menyebar dibeberapa daeerah termasuk Kalimantan Timur. beberapa jamaah Masjid Al-Baqa juga terlihat menggunakan masker, salah satunya Arif Rahman, ia mengungkapkan tak begitu khawatir meski pemberitaan di media massa sudah menyebut banyak yang terjangkit termasuk Kaltim, namun dirinya tetap waspada dengan menggunakan masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer sesuai arahan pemerintah.
"Khawatir sih tidak, karena saya yakin pemerintah bisa cepat menangani ini, tapi kita sebagai masyarakat tetap mewaspadai corona terlebih sudah ada yang positif di Kaltim. Langkah pemerintah sudah tepat meliburkan dan membatasi aktivitas diluar rumah, kalau sholat jum'at jika memang minggu depan harus dirumah tidak apa," ungkap pria yang kesehariannya bekerja di kantor bank Swasta ini.
Arif pun juga merasakan aktivitas dikantornya yang merupakan ruang publik itu juga dibatasi, para nasabah dikantornya harus menggunakan gel pencuci tangan sebelum masuk ke area bank.
"Dikantor juga sama, ada pembatasan. Cuci tangan dengan hand sanitizer dulu baru masuk. Kami pegawai diminta menggunakam sarung tangan medis," sebut Arif. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur