Namun demikian, besar kemungkinan keberadaan APD di pasaran juga sangat kosong. Pemprov Kaltim melalui Dinkes telah mengusulkan APD ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) namun hingga kini belum mendapat respons. "Mungkin kosong juga, ini yang menjadi kesulitan di daerah," ungkapnya.
Tidak hanya APD, Kaltim juga kini kekurangan alat untuk pengambilan sampel virus yakni Virus Transfer Media atau VTM. Soeharso menyebut, bahkan Dinkes sama sekali tak memiliki stok untuk alat tersebut. "Kami tidak punya stok untuk itu, selama ini kan sebetulnya diperuntukkan kebetulan Balikpapan ditetapkan sebagai daerah pengambilan sampel, untuk ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) berat. Pneumonia (penyakit yang menjangkit kebanyakan pasien positif Corona) kan termasuk ISPA berat. Nah itu VTM sebetulnya diperuntukkan untuk itu, karena kita tidak punya stok jadi terpaksa kita pinjam untuk Corona virus ini," paparnya.
Solusi untuk APD adalah dengan meminjam dari rumah sakit lain, yang memiliki stok. "Kami mendapat kiriman stok lama, itu dulu untuk flu burung dan itu yang sudah kami distribusikan ke rumah sakit yang ada di Kaltim," ungkap Soeharso.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Nazrin, berharap rumah sakit maupun organisasi perangkat daerah (OPD) yang memerlukan APD untuk sementara menggunakan anggaran internalnya, untuk membeli APD. "Diharapkan untuk menggunakan anggaran masing-masing. Sambil jalan dulu. Pertanggungjawaban nanti diminta untuk revisi masing-masing," katanya ditemui di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda Rabu (18/03/2020) siang.
Pasalnya, alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 tak semua tersedia di OPD. Kecuali, BPBD, Dinas Sosial dan Biro Kesejahteraan Rakyat yang memiliki alokasi untuk kebencanaan yang sifatnya darurat. "Di Dinas kesehatan kan ada anggaran juga. Itu juga di revisi kalau dulu (alokasinya) kurang, di tambah lagi, tidak bisa langsung pakai APBD. Kan kita tidak ada masukkan ini kan di (anggaran) bencana. Kalau kita tahu ada penyakit, tentu kita masukkan dalam anggaran," papar Nazrin. [*]
Penulis : Rusdi
Editor: Aspian Nur