Selain seleksi untuk muadzin, hari ini juga berlangsung bersamaan seleksi untuk imam rawatib. Yang diikuti oleh 22 orang. "Gaji yang ditawarkan Rp2,5 juta untuk Muadzin dan Rp5 juta untuk imam, tapi belum deal, masih bisa naik atau turun. Tapi maksimal segitu," ujar Muhamamd Sidik kepada korankaltim.com
Untuk tempat tinggal, Pemprov kata Muhammad Sidik sedianya hanya menyediakan untuk imam besar. "Untuk fasilitas, kami belum bicarakan. Karena masih fokus seleksi. Juga dana belum teranggarkan. Tapi nanti, akan dianggarkan lewat biro kesra dan umum. Untuk rumah sebenarnya hanya untuk imam besar. Imam rawatib belum ada. Tapi akan diusulkan sambil jalan," paparnya.
Pemprov Kaltim menghadirkan 3 dewan juri yakni Muhammad Sidik sendiri, lalu Dosen IAIN Samarinda, dan satu orang penghafal Al Quran. "Seleksinya, ada juri masing-masing. Saya untuk lagu dan kelantangan suara. Lalu ustadz Syakur dari IAIN, menilai fikih ibadahnya. Tatacara dia beribadah. Lalu ustadz Johan untuk hafalannya," sebut Sidik.
Saat ini seleksi untuk imam besar belum bisa dilakukan karena syaratnya terlalu banyak, jadi seleksinya untuk imam rawatib saja. "Besok kami akan laksanakan tes wawancara dan tertulis. Akan di umumkan pada malam 22 Maret berbarengan dengan peresmian masjid. Nanti akan ada penyematan gamis kepada imam dan surban kepada muadzin," jelas Sidik. [*]
Penulis : Rusdi
Editor: Aspian Nur