"Kalau di Puskesmas, Rumah sakit tentu tersedia dan cukup. Baik masker N95, maupun masker medis biasa," ujarnya kepada korankaltim.com, Rabu (4/3/2020).
Selain itu, sejak awal virus ini menyebar, kata Andi Dinkes sedianya sudah mengingatkan masyarakat agar tidak panik. Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan masker hanyalah untuk mereka yang sakit saja.
"Masker digunakan oleh orang sakit, bukan orang sehat. Orang sehat gunakan masker terbatas apabila sedang berada di kerumunan, atau berada di daerah yang sudah tertular," bebernya.
Orang yang sedang sakit, terutama flu juga disarankan memakai masker. Namun, bagi mereka yang sehat dinilai Andi tak terlaku mendesak menggunakan masker. Kendati demikian, Andi mengatakan bahwa apa yang terjadi di masyarakat merupakan sesuatu hal yang sudah terlanjur terjadi. Upaya pemerintah kini adalah terus melakukan sosialisasi, melalui media sosial dan media massa.
"Untuk apa membeli masker dalam jumlah banyak, sedangkan virus ini tidak menular melalui udara," ungkapnya.
Penularan, kata Andi hanya terjadi melalui kontak erat jarak dekat. Adanya percikan ludah dari penderita itu yang akan menularkan .
"Kami saat ini lebih kepada upaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Edaran juga kurang dibaca. Jadi kami lebih ke media massa dan media sosial," tutupnya.
Penulis : Rusdi
Editor : Desman Minang