Tak sedikit masyarakat yang melintas di kawasan tersebut, sampai berhenti sejenak untuk mengabadikan gambar dengan ponsel.
Ornamen lampu tematik itu, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim Taufik Fauzi didatangkan dari Tiongkok dan Meksiko. Menelan dana hingga Rp13 miliar. Pekerjaan pemasangan lampu ini, bersamaan dengan penyelesaian sejumlah pekerjaan finishing dengan total dana hingga Rp28 miliar dari APBD Kaltim 2019.
Seperti diketahui, Jembatan Mahakam IV dibangun melalui APBD Kaltim 2012 - 2013 senilai Rp 171 miliar. Lalu lanjutan pembangunan melalui mekanisme pembiayaan tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) APBD Kaltim 2015-2018 sebesar Rp 253 miliar.
Target untuk bisa dirampungkan Desember 2018, ternyata meleset jauh. Akhirnya diperpanjang hingga Oktober 2019, dengan tambahan biaya sebanyak Rp 28 miliar.
"Iya, sekarang ini (lampu tematik) ada yang di Jakarta, ada yang dari Tiongkok ada yang dari Meksiko," ujar Taufik saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, pertengahan November lalu.
Tentu saja, lampu warna-warni yang saat ini dapat disaksikan masyarakat tak akan sekedar menjadi hiasan belaka.
Pasalnya, Taufik menyebut lampu tematik ini bakal menampilkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor - Hadi Mulyadi.
Menurut Plt Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Muhammad Sa'bani, hal ini mungkin saja sudah dikomunikasikan Dinas PUPR kepada Gubernur.
"Mungkin sudah bertemu Pak Gubernur dia (Kepala Dinas PUPUR Taufik Fauzi). Sudah lapor dia. Tentu kalau pemprov yang sesuai dengan visi misi gubernur lah yang ditampilkan. Dipromosikan disitu. Untuk diketahui masyarakat kan," ujarnya ditemui Koran Kaltim, di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, Rabu (13/11/2019).
Sa'bani, sapaan akrabnya, menyebut, ditampilkannya visi misi pada lampu tematik jembatan bertujuan memberikan informasi kinerja pemerintah. "Supaya dipahami oleh semua pihak, pada masa 5 tahun ke depan kita inginnya melakukan apa," paparnya.
Namun demikian, Sa'bani menyebut meski dibuat menarik, yang utama dari hadirnya jembatan adalah fungsinya untuk mempermudah akses transportasi masyarakat. "Desain belum saya belum lihat, itu sederhana saja. Yang penting jembatan bisa berfungsi," tukasnya.
Ditanya penyelesaian, Sa'bani mengatakan pihaknya menyerahkan pada Dinas PUPR Kaltim.[]
Penulis : Rusdi
Editor: M.Huldi