“Kalau itu pribadi. Kalau saya, sebagai ASN harus jaga integritas. Kadar iman kita masing-masing, tapi tolong hal-hal yang sebelum (jadi PNS) kita sudah melakukan hal yang tidak baik, bagaimana kalau sudah jadi PNS,” ujarnya kepada Koran Kaltim ditemui di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, Jumat (29/11).
Ia berharap, tak ada peserta CPNS di Kaltim yang melakukan hal diluar ketentuan.
“Harapan saya, saran saya, lakukan apa yang sesuai dengan akidah agama kita,” tukasnya.
Ia juga mengingatkan, nantinya saat akan mengikuti tes tertulis untuk tidak membawa jimat, mencari kunci jawaban yang diperjualbelikan alih-alih belajar.
“Belajar dengan baik. Kalau yang bawa jimat, ada langkah antisipasi dengan X-ray. Dia tidak boleh bawa apa-apa, hanya ball point dan pensil 2b. Tes perkiraan Februari 2020. Menunggu jadwal pusat,” tutupnya. Diketahui Pemprov Kaltim tahun ini mendapat jatah formasi sebanyak 368 terdiri dari kategori tenaga pendidikan sebanyak 252 formasi, tenaga kesehatan 71 formasi, dan tenaga teknis 45 formasi.
“Sistem pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2019 ini tidak jauh berbeda dengan seleksi 2018 lalu, hanya saja pelaksanaanya di akhir tahun sehingga cukup mengkhawatirkan tahapan pelaksanaanya akan terganggu dengan kesibukan lainnya yang cukup padat, kalau 2018 lalu kan lebih awal, mohon doa dan dukungannya saja,” ujar wanita ramah ini.
Selain itu, ia juga meyakini pelaksanaan seleksi ini akan bebas dari KKN. Dia memastikan seluruh tahapannya dilakukan secara terbuka dan online, pendaftarannya dan berkas pun dikirim melalui pos.
Sesuai jadwal nasional pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) melalui CAT baru dimulai Februari 2020 tahun depan, setelah itu menyusul Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Penulis: */Rusdi
Editor: M. Huldi