Khusus untuk pengerjaan peningkatan struktur landasan ancang, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong menjelaskan, dari total panjang landasan sepanjang 160 meter, terdapat 6 titik yang mengalami pelemahan struktur.
"Dari laporan Tim Ahli Panel Kemenhub, kita tahu ada air permukaan di dalam tanah yang sulit keluar. Sehingga harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya pada 6 titik itu," ujarnya saat jumpa pers di Kantor UPBU APT Pranoto Samarinda Jumat (08/11/2019) sore kemarin.
Jadi, lanjut Salman, pengerjaan penguatan struktur landasan ancang akan dilakukan total sepanjang 100 meter dengan dana sebesar Rp3 miliar dari APBD Kaltim.
"Karena tidak bisa ketika satu titik bagus, nanti titik lain rusak lagi," paparnya.
Penurunan struktur landasan ancang, sebut Salman, karena tingginya pergerakan pesawat di bandara dengan letter code AAP tersebut.
Berdasarkan laporan UPBU APT Pranoto, dalam sehari pergerakan pesawat mencapai 48 pergerakan.
"Ya jadi, kami akan lakukan penebalan dengan penambahan agregat batu, setebal 30 centimeter. Dengan lebar taxiway 12 meter, dan ketebalan aspal 12 centimeter," bebernya.
Mengenai waktu pengerjaan, Salman berharap tak ada kejadian atau hambatan berarti. Pasalnya, untuk menutup operasional bandara akan melibatkan banyak pihak.
"Kami sepakati tanggal 15 Desember sudah selesai. Semoga idak ada gangguan berarti," pungkasnya.[]
Penulis : Rusdi
Editor: M.Huldi