Makna keikhlasan dalam berkurban meneladani Nabi Ibrahim AS, menjadi tema sentral khutbah Hadi Mulyadi. Selain itu ia juga mengajak para jamaah untuk rajin berdoa untuk keselamatan bersama. Karena doa menjadi pembuka pintu berkah Allah SWT. “Mari belajar dari Nabi Ibrahim AS. Yang selalu berdoa demi ketentraman negeri yang ditempatinya. Juga doa kebaikan untuk anak-anaknya yang juga dipanjatkan oleh istri beliau,” ucapnya.
Menurutnya, semua manusia wajib bersyukur akan nikmat Allah SWT terutama nikmat berkah rejeki yang cukup untuk semua. Dan, tak pernah merasa kekurangan. “Semuanya wajib disyukuri karena rejeki sudah diatur oleh Allah SWT,” kat Farid.
Seperti sebelumnya, pasca salat id yang diikuti oleh ribuan masyarakat Samarinda dan sekitarnya, Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center, melaksanakan pemotongan hewan kurban untuk dibagikan pada ribuan warga yang berhak. Tercatat untuk pengambilan daging kurban itu, panitia menyiapkan 2.125 kupon. “Jumlah kupon itu sudah kita sebarkan pada 3 kelurahan di sekitar islamic centre. Proses pembagiannya seperti biasa, kita serahkan pada RT masing-masing,” kata Ketua Badan Pengelola Masjid Islamic Center Samarinda, Awang Dharma Bakti.
Ketiga kelurahan itu adalah Kelurahan Telok Lerong Ulu, Kelurahan Karang Anyar dan sebagian dari Kelurahan Karang Asam Ilir. Sesuai jadwal, proses pembagian daging kurban dilakukan mulai jelang siang hingga pukul 17.00 wita. “Demi ketertiban bersama, saya harap semua yang akan mengambil daging kurban harus mau diatur panitia, jangan berebut. Asal memiliki kupon pasti akan mendapat hak nya,” sebut Awang. (*)
Penulis : Adhi Abdhain
Editor: Aspian Nur