KM Pantokrator bertolak menuju Parepare, Suksel sekitar pukul 13.00 WITA.
Dijelaskannya, harga tiket pesawat yang melambung tinggi tak berdampak terhadap lonjakan penumpang di pelabuhan.
Meskipun peningkatan tetap terjadi, tetapi masih dalam tahap normal yakni sekitar 20 persen. KM Pantokrator melayani keberangkatan terakhir arus mudik lebaran di Pelabuhan Samarinda.
"Ya, tidak terlalu berdampak, karena karakter untuk penumpang Kalimantan-Sulawesi ini membawa barang banyak, makanya memang mereka lebih memilih untuk naik kapal dibandingkan pesawat, kecuali kalau urgensi saja baru naik pesawat,"terang Rudi.
Dikatakannya, meski banyak program BUMN maupun pemerintah yang memberikan program mudik gratis, tapi pihaknya tak kehilangan penumpang.
"Pelabuhan Bontang juga ramai, ya walaupun tidak signifikan tetap ada kenaikan, meski ada program tiket gratis. Bisa jadi, dengan harga tiket pesawat mahal berdampak di daerah lain tidak di Kalimantan-Sulawesi,"bebernya.
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda, Dwi Yanto mengatakan Senin (3/6) merupakan hari terakhir keberangkatan arus mudik lebaran tujuan Samarinda-Parepare. Jumlah penumpang mengalami penurunan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang padat.
"Hari terakhir ini sudah renggang saat kami pantau. Nah, kalau untuk arus balik kami sudah persiapkan, mulai dari parkir dan kedatangan penumpang nantinya supaya semua teratur,"pungkasnya.
Untuk diketahui, arus balik diperkirakan mulai 9 Juni 2019, diawali dengan kedatangan KM Pantokrator dan KM Prince Soya.
Penulis: Nancy
Editor: M.Huldi