"PDAM jangan bangga memberikan PAD. Yang penting, kesejahteraan masyarakat dan karyawan. PAD kan 50 persen dari keuntungan. Jangan sampai karena ingin banyak setor, pelayanan dan kesejahteraan karyawan terabaikan," ujarnya saat menyampaikan sambutan pada syukuran HUT PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda ke-45 tahun, di Gudang PDAM Jl Cendana Kota Samarinda, Sabtu (13/04/2019) siang.
Saking inginnya pelayanan PDAM maksimal. Jaang mengaku sangat jarang mengunjungi kantor PDAM guna menghindari kegiatan yang seremonial.
"Saya gak pernah recokin PDAM. Kantor yang paling jarang saya datangi ya PDAM selama 20 tahun saya mengabdi di Pemkot Samarinda," tukasnya.
Untuk mendapatkan PAD, lanjut Jaang, ada banyak sektor yang bisa digenjot. Pajak restoran dan hotel adalah andalan Samarinda. PDAM menurut Jaang hanya perlu meningkatkan kualitas layanan, memastikan distribusi air tak terganggu, maka PAD bisa diserap dari sektor lain.
Diketahui, pada 2018 PDAM menyetor PAD hingga Rp8 miliar. Angka itu meningkat drastis dari setoran tahun sebelumnya sebesar Rp2,5 miliar.
Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda Nor Wahid Hasyim mengatakan, meski disebut tak perlu merisaukan setoran PAD, tak berarti PDAM bisa bersantai.
Capaian kinerja, kata dia, harus lebih baik atau minimal sama dengan periode sebelumnya.
"Arahan Pak Wali, pendapatan yang ada kami gunakan untuk investasi peningkatan infrastruktur. Mulai dari upgrading kapasitas produksi IPA (Instalasi Pengolahan Air ), hingga realisasi pembangunan IPA baru di Kelurahan Makroman," ungkapnya.[]
Penulis : Rusdianto
Editor : M.Huldi