Tak Mau Disalahkan, AMPK : Semua Korban Keputusan Isran Noor
1 menit baca688 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Aliansi Mahasiswa Peduli Karst (AMPK) Kaltim menyebut mahasiswa, warga, wartawan, polisi sama terluka dan sama-sama menjadi korban akibat Gubernur Kaltim yang pro terhadap rencana pembangunan pabrik semen.
Mereka menuding Isran Noor tak mau menemui massa dan membuka dialog sehingga terjadi bentrokan yang menyebabkan mahasiswa, polisi dan wartawan terluka.
Humas Aksi, Andi Muhammad Akbar mengatakan, Gubernur sebagai pengambil keputusan publik seharusnya berlandaskan pondasi ilmiah dan partisipasi yang kokoh.
"Tanpa itu semua, keputusan Gubernur dapat masuk angin, baik angin dari korporasi maupun angin kepentingan sendiri dan golongannya, namanya kebijakan yang koruptif," ucap Akbar, Selasa (26/3/2019).
Framing yang semata-mata menyalahkan mahasiswa atas bentrok pada aksi Senin kemarin, menurut AMPK, bisa mengalihkan perhatian publik terhadap isu utama.
"Bayangkan, ada 50 izin tambang dan semen mengkavling kawasan lindung geologis, dan 198 izin di kawasan karst. Padahal, di sanalah sumber air utama dan pangkal asal sungai-sungai besar yang jika rusak, akan diteror krisis air maha dahsyat," ucapnya.
"Siapa yang akan bertepuk tangan dan berjingkrak gembira jika kita saling menyalahkan dan berperang framing? Tentu saja oknum pejabat korup dan pengusaha tambang dan pabrik semen," lanjutnya.
Penulis : Richardo
Editor : Hendra









