Kedatangan warga untuk meminta DPRD memfasilitasi pertemuan mereka antara dengan pemangku kebijakan. Di sini adalah Wali Kota dan Direktur PDAM Samarinda.
Warga merasa kecewa dan geram, karena selama 20 tahun belakangan ini nyaris tidak pernah menikmati distribusi air bersih PDAM Samarinda.
Direktur Utama PDAM Samarinda, Nur Wahid berjanji akan mengupayakan pompa dan listrik yang selama ini menjadi kendala distribusi air bersih di perumahan warga yang ada di Jalan Damanhuri itu.
“Kami akan menambah jam pengaliran. Jika sebelumnya dua hari menjadi tiga hari. Karena, harus berbagi dengan wilayah lainnya,” ujar Nur Wahid.
“Saya berharap warga kerjasama untuk menyiapkan daya tampung,” sambung dia.
Bahkan, Nur Wahid mengaku saat ini PDAM kekurangan kapasitas untuk melayani air bersih se-Samarinda.
Makanya, pihak mereka bertemu dengan Gubernur Kaltim Isran Noor untuk meminta bantuan anggaran pengembangan intake di Sungai Kapih.
Pasalnya untuk diusulkan di anggaran pemkot tidak akan terpenuhi. Karena, untuk memfungsikan intake PDAM Sungai Kapih memerlukan anggaran Rp 42 miliar.
“Ya, mudah-mudahan saja dimasukkan dalam anggaran perubahan pemprov,” kata Nur Wahid.
Penulis : Santi
Editor: Firman Hidayat