Gubernur Kaltim Isran Noor tak kalah menanggapi. Meski belum jelas arah keinginan mantan Bupati Kutai Timur tersebut, namun nampaknya ia sudah punya rancangan tersendiri terkait realisasi investasi dari Konglomerat Chairul Tanjung tersebut.
"Transtudio itu urusan kecil mungil lah itu, urusan besarnya itu nanti. Kapan ?, belum ini, tenang aja bro. Belum ada cerita ini, baru dalam hati. Tapi hati-hati kalau sudah keluar, nanti banyak yang kalang kabut," ujar Isran ditanya pendapatnya mengenai Transmart usai menghadiri acara Bakti Sosial Sunatan Masal di kawasan Kampus Unmul Samarinda Rabu (02/01/2019) pagi.
Sedikit berbeda, Penjabat Sekretaris Provinsi (Pj Sekprov) Kaltim Meiliana mengungkap, jika memang persoalan lahan dan Amdal Lalu lintas jadi kendala Transmart tak bisa dibangun di lahan eks Lamin Indah, maka kemungkinan untuk dipindahkan ke lokasi lain juga bukan opsi yang tidak bisa dilakukan.
"Bisa dipindah, koordinasi dengan BPKAD (Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah) karena di Samarinda Seberang ada aset (lahan) pemprov," tukasnya.
Hal demikian dibenarkan Kepala BPKAD Kaltim Fathul Halim. Ia mengungkap, sedianya lahan eks-Lamin Indah itu sudah diserahkan dari pemprov ke Perusda Melati bhakti Satya (MBS) dalam bentuk penyertaan modal. Lahan seluas 49.000 meter persegi tersebut diberikan kepada PT MBS sebagai kepanjangan tangan Pemprov Kaltim, untuk menunjang investasi pembangunan Transmart.
Namun karena persoalan izin, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari MBS sendiri. "Untuk dipindah saya kurang tahu pasti mekanismenya seperti apa, tapi aset (lahan) pemprov di tempat lain di Jalan Perjuangan ada, di (Samarinda)Seberang ada. Dulu pernah ditawarkan juga (ke Transmart), cuma dia (Transmart) maunya yang di Lamin Indah itu," kata Fathul Halim.
Selain itu, di Kota Balikpapan kata Fathul Halim juga terdapat aset pemprov tak kurang 20 hektar. "Di sana ada, di sekitar rumah sakit, tapi luasnya berapa saya lupa. Rasanya 20 hektare," sebutnya.
Penulis : Rusdi
Editor: Firman Hidayat