Peresmian dipusatkan di Kota Samarinda dan tersambung melalui jaringan video conference dengan Kabupaten Berau.
General Manager Pertamina MOR VI Boy J Lapian pimpin langsung peresmian di Bandara APT Pranoto.
Dalam sambutannya Boy menyampaikan proyek pembangunan DPPU APT Pranoto ini dilaksanakan seiring dengan rencana pemerintah memenuhi kebutuhan transportasi udara di Kota Samarinda dan sekitarnya melalui pembangunan Bandara APT Pranoto yang lebih modern dan dapat menampung lebih banyak penumpang menggantikan Bandara Temindung.
Pokok-pokok perjanjian dengan UPBU APT Pranoto tertuang dalam surat perjanjian No. PPJ-807/F16400/2018-S5 Tanggal 09 Oktober 2017 tentang Pekerjaan Pembangunan Sarfas Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Samarinda Baru.
“Alhamdulillah hari ini proyek pembangunan DPPU APT Pranoto dan Kalimarau dapat kami resmikan. Tidak hanya memberikan efek langsung bagi dunia penerbangan Indonesia, adanya DPPU baru ini mampu memberikan multiplier effect di berbagai aspek lain”, kata Boy.
Pembangunan DPPU baru ini merupakan bagian dari 11 proyek pembangunan dan pengembangan DPPU yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pertamina lakukan guna mendukung program pemerintah dalam modernisasi infrastruktur khususnya pada sektor penerbangan. Total investasi mencapai Rp200 miliar. Keberadaan DPPU baru ini dapat mendukung operasi dan pertumbuhan lalu lintas udara dari dan ke Kaltim.
Sebelumnya, proyek serupa juga telah diresmikan di Kota Pontianak yakni DPPU Supadio, 1 Oktober yang lalu.
Lebih lanjut Boy menjelaskan saat ini jumlah penerbangan domestik di Bandara APT Pranoto Samarinda telah meningkat dengan dibukanya rute-rute baru dengan tujuan Jakarta dan Berau. Hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan bahan bakar penerbanganyang telah meningkat hingga 600% (3000 liter ke 18.000 liter) sejak dioperasikannya Bandara APT Pranoto, Mei tahun ini.
Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2019 dengan estimasi mencapai 30.000 liter per hari.
“Dioperasikannya DPPU APT Pranoto Samarinda yang dapat menampung hingga 92KL avtur ini merupakan bukti komitmen Pertamina terhadap pemerintah sebagai BUMN,” pungkas Boy.
Penulis : Rusdi
Editor: Firman Hidayat