Yuk Kenali Theodolite, Teropong Seharga Rp350 Juta yang Digunakan Pantau Hilal
1 menit baca3.088 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Sukaria ramadan dan lebaran hampir berlalu, tapi ingatkah kita pada penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal. Pemantauan bulan baru atau hilal, selalu dilakukan sebagai legitimasi penentuan 2 meomentum awal tersebut. Karena posisinya yang teramat jauh, pemantauan hilal, kerap dilakukan dengan alat bantu. Adalah Teropong Theodolite. Yang sudah berjasa membantu oberver atau pengamat dari Stasiun Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda sejak tahun 1992 melihat hilal.
Kepala BMKG Samarinda Sutrisno menjelaskan, sedianya Teropong Buatan Jerman tersebut setiap hari dipakai untuk mengukur kecepatan dan arah angin di atmosphere. "Tetapi untuk saat ini karena kita tidak punya teropong lain jadi kita pakai untuk hilal," ujar Sutrisno.









