“Di media sosial, isu intoleran terhadap keberagaman ini banyak disematkan pada kelompok-kelompok yang berbau agama. Bahkan, tak jarang sebagian orang sengaja melabeli kelompok tersebut dengan label Islam ekstremis, radikal, untuk itu di Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2018, mari masyarakat Kaltim harus hidup berdampingan dalam keberagaman,” ujarnya kemarin.
Tak hanya isu intoleransi sampai anti keberagaman, tak jarang kata Awang media sosial juga digunakan untuk pembelokan sejarah.
Teranyar, ia mengaku menemukan sendiri bagaimana salah satu tokoh menyampaikan fakta sejarah yang salah yang menyebutkan bahwa hari kelahiran Pancasila adalah 22 Juni.
“Tidak Benar itu, yang dikatakan Habib Rizieq. Saya bantah. Tolong Sampaikan itu ke media. Habib Rizieq mengklaim lahirnya Pancasila itu 22 Juni seperti itu salah. Sering kali kita terjebak dengan apa yang terlalu sering kita lihat dan kita dengar, hingga kita buta akan kebenaran karena hoax yang terlalu banyak dikonsumsi orang-orang di sekitar kita," tukasnya.
Penulis : Rusdi
Editor: Firman Hidayat