Hingga saat ini, Partai NasDem masih menunggu proses komunikasi politik internal bersama Partai Amanat Nasional (PAN) yang tergabung dalam satu fraksi di DPRD Kaltim.
Ia menyebut belum adanya pertemuan resmi antara kedua partai membuat sikap final terkait hak angket belum dapat ditetapkan.
Meski sebelumnya Fraksi PAN-NasDem telah menyampaikan dukungan terhadap aspirasi massa yang mendorong dilakukannya hak penyelidikan terhadap kebijakan anggaran Pemprov Kaltim, NasDem menilai masih diperlukan pembahasan lebih mendalam sebelum mengambil keputusan politik secara resmi.
“Kita masih mau coba komunikasi dulu sama PAN-nya,” ujar Celni saat ditemui belum lama ini.
Celni menjelaskan, proses komunikasi intensif antara NasDem dan PAN hingga kini belum berjalan optimal lantaran sejumlah anggota legislatif masih menjalani agenda kunjungan kerja di luar daerah sehingga koordinasi internal fraksi belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Meski demikian, pihaknya memastikan komunikasi politik akan segera dilakukan setelah seluruh anggota kembali dan agenda kedewanan selesai.
“Belum ada komunikasi dengan PAN karena anggota ini kan ada yang kunker. Jadi, secepatnya kalau sudah ada komunikasi, kita kabari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Celni menekankan keputusan strategis terkait hak angket tidak dapat diambil secara terburu-buru. Sebab, PAN dan NasDem saat ini berada dalam satu fraksi gabungan sehingga setiap langkah politik harus dibahas bersama demi menjaga kesamaan pandangan.
Ia menegaskan, NasDem tidak ingin menentukan sikap secara sepihak sebelum tercapai kesepakatan di tingkat fraksi.
Keseragaman persepsi mengenai urgensi hak angket menjadi hal penting agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan sikap politik bersama.
Celni juga memaparkan kondisi internal NasDem di DPRD Kaltim yang saat ini hanya memiliki dua anggota aktif. Situasi tersebut terjadi karena salah satu kader partai masih menjalani proses pergantian antarwaktu (PAW).
Di sisi lain, jumlah anggota PAN dalam fraksi gabungan dinilai lebih dominan dibandingkan NasDem. Karena itu, koordinasi dengan pimpinan fraksi dan PAN dianggap menjadi langkah penting sebelum menentukan arah sikap politik.
“Jumlah PAN memang lebih banyak daripada NasDem. Apalagi NasDem yang PAW lagi proses, jadi kita tinggal dua orang,” ungkapnya.
Untuk mempercepat proses komunikasi politik, NasDem telah meminta kader senior partai, Arfan segera kembali ke Samarinda dari Kutai Timur (Kutim).
Kehadiran Arfan dinilai penting untuk membuka komunikasi langsung dengan PAN sehingga pembahasan mengenai hak angket dapat segera dilakukan.
“Kita cuma minta Pak Arfan untuk balik cepat karena sedang di Kutim. Jadi nanti biar melakukan komunikasi cepat dengan PAN. Setelah ada komunikasi, nanti baru bisa ambil keputusan,” pungkasnya.
Editor: Erwin