Prosesi penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) dilakukan secara langsung di hadapan jajaran pengurus serta kader Demokrat dari seluruh wilayah Kaltim.
Momen ini sekaligus menjadi penegasan langkah politik terbaru Basri di panggung daerah maupun nasional.
Dalam keterangannya, Basri Rase menyampaikan jika keputusannya untuk bergabung bukanlah langkah yang diambil secara spontan.
Ia mengaku telah mempertimbangkan secara matang berbagai aspek sebelum akhirnya memilih berlabuh di Partai Demokrat. Sebelumnya, Basri diketahui merupakan kader Partai Perindo.
Salah satu faktor yang mempengaruhi keputusannya adalah kekagumannya terhadap sosok Irwan Fecho yang saat ini menjabat sebagai Bendahara DPP Partai Demokrat.
Menurut Basri, Irwan merupakan figur pekerja keras yang telah menunjukkan kinerja nyata, khususnya saat menjabat sebagai anggota DPR RI.
“Irwan adalah sosok pekerja keras yang terbukti saat menjabat di DPR RI. Beliau mampu membawa anggaran pusat ke daerah, termasuk menyentuh wilayah-wilayah terisolir seperti Mahakam Ulu (Mahulu),” ujar Basri.
Dia pun berharap Irwan Fecho dapat kembali menduduki kursi di DPR RI pada periode mendatang agar kesinambungan perjuangan aspirasi masyarakat Kaltim di tingkat pusat tetap terjaga.
Selain faktor figur, Basri juga menilai sistem internal Partai Demokrat menjadi daya tarik tersendiri. Mantan Wali Kota Bontang itu, menyoroti adanya ruang demokrasi yang dinilai sehat bagi para kader untuk berkembang tanpa dominasi satu figur tertentu.
Menurutnya, struktur organisasi yang terbuka dan tidak terpusat pada satu kekuatan utama menjadi kunci dalam menjaga iklim politik yang kondusif.
Dengan bergabungnya ke Partai Demokrat, Basri Rase menyatakan komitmennya untuk turut memperkuat perjuangan partai di Kaltim.
Ia menegaskan akan mendorong pembangunan yang berpihak kepada masyarakat melalui sinergi antara tokoh daerah dan wakil rakyat di tingkat pusat.
“Keputusan ini murni karena kesamaan visi dan keinginan saya untuk membantu perjuangan bagi Kaltim,” pungkasnya.
Editor: Erwin