Sekretaris Umum DPW PKB Kaltim, Alif Ndasi, menjelaskan bahwa Muscab kali ini berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Perbedaan utama terletak pada sistem pemilihan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC), yang tidak lagi diputuskan langsung dalam forum musyawarah.
“Kalau dulu musyawarah langsung menghasilkan ketua, sekarang tidak. Kita hanya mengusulkan nama-nama calon,” ujarnya, Minggu (5/3/2026).
Ia menjelaskan, usulan calon ketua DPC dapat berasal dari berbagai tingkatan struktur partai, mulai dari Dewan Pengurus Pusat (DPP), DPW, DPC hingga tingkat kecamatan (PAC). Setelah itu, nama-nama yang masuk akan melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan.
Proses uji kelayakan ini dilakukan dalam dua tahap, yakni di tingkat provinsi dan dilanjutkan di tingkat pusat. Bahkan, DPP akan melakukan uji kelayakan sebanyak dua kali sebelum menentukan kandidat terpilih.
“Penentuannya tetap di Jakarta. Ada tim yang melakukan uji kelayakan, termasuk tes psikologis, akademik, dan lainnya,” jelasnya.
Alif menegaskan, mekanisme ini membuka peluang luas bagi kader terbaik untuk maju sebagai calon ketua. Semua kandidat akan dinilai secara objektif oleh tim independen, yang juga melibatkan kalangan akademisi guna menjaga netralitas proses.
Saat ini, jumlah DPC PKB di Kaltim tercatat sebanyak 10, mencakup seluruh kabupaten dan kota, setiap daerah akan mengirimkan perwakilan sesuai jumlah PAC masing-masing untuk menghadiri Muscab.
“Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Balikpapan, tanpa agenda tambahan di daerah lain sebelumnya,” tambahnya.
Terkait kehadiran pengurus pusat, Alif menyebut sudah ada perwakilan DPP yang dijadwalkan hadir, meski belum ada kepastian kehadiran Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
“Yang kami tahu baru ada perwakilan seperti Zainul yang hadir. Untuk ketua umum, belum ada informasi,” katanya.
Muscab direncanakan berlangsung selama satu hingga dua hari. Pembukaan dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WITA, dengan harapan seluruh proses dapat berjalan lancar hingga selesai dalam satu hari.
Adapun kriteria calon ketua DPC yang diutamakan meliputi status sebagai kader, loyalitas terhadap partai, serta rekam jejak prestasi, khususnya dalam meningkatkan perolehan suara partai.
Editor: Erwin