Meski pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya PKB menjadi partai pengusung Rudy-Seno, kini mereka menyatakan posisi politik yang berbeda. Partai berlambang bola dunia itu menegaskan tidak berada dalam barisan pendukung penuh pemerintah, namun juga tidak menyatakan diri sebagai oposisi.
“Kami mendukung kebijakan yang pro rakyat. Tetapi jika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat, kami akan mengkritik bahkan menolaknya,” tegas Ketua DPW PKB Kaltim Syafruddin kepada Korankaltim.com.
Sikap tersebut merupakan bentuk konsistensi PKB dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Kaltim. Setiap kebijakan pemerintah daerah harus berorientasi pada keberpihakan terhadap rakyat.
PKB Kaltim menyatakan siap menjadi garda terdepan dalam mengawal dan mendukung program-program yang dinilai membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Namun sebaliknya, partai juga tidak akan ragu bersikap keras terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.
“Apapun kebijakannya, jika tidak berpihak kepada masyarakat, kami akan menolak,” tegas Syafruddin.
Selain menyampaikan sikap terhadap jalannya pemerintahan saat ini, Syafruddin juga menyinggung arah politik PKB pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang. Dia memastikan, pada kontestasi berikutnya PKB tidak akan kembali mendukung Rudy-Seno.
Partai telah menyiapkan kader internal untuk maju dalam Pilgub Kaltim yang akan datang. “Kami sudah punya kader sendiri yang akan kami siapkan untuk bertarung di Pilgub mendatang. Itu sudah mutlak,” ungkap Syafruddin.
Meski belum mengumumkan nama secara terbuka, dirinya menyebut kader yang disiapkan merupakan figur berpengalaman di eksekutif dan telah malang melintang dalam pemerintahan.
Editor: Aspian Nur