Penetapan itu merupakan hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Kaltim yang digelar pada awal Desember 2025 lalu.
Udin sapaan akrabnya, menjelaskan kepengurusan baru ini merupakan produk resmi dari proses strukturisasi partai yang dilakukan melalui mekanisme musyawarah wilayah.
“Ini produk melalui proses strukturisasi yang sah, sehingga terpilihlah kepengurusan, dan saya dipercaya sebagai ketua,” kata Udin kepada Korankaltim.com, belum lama ini.
Terkait susunan pengurus, Udin menyampaikan struktur kepengurusan PW PKB Kaltim saat ini telah berlangsung dan tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
Namun, dia menegaskan DPP memiliki mekanisme tersendiri dalam proses pengumuman kepengurusan.
“Saat ini mekanisme DPP adalah mengumumkan ketua, sekretaris, dan bendahara terlebih dahulu untuk se Indonesia. Pengumuman itu dilakukan serentak sejak tanggal 23 hingga 25 Januari 2026,” jelasnya.
Dalam kepengurusan PW PKB Kaltim periode 2026–2031, posisi Sekretaris diisi oleh Alif Ndasi, sementara jabatan Bendahara dipercayakan kepada Alludin.
Adapun untuk susunan kepengurusan lainnya, seperti wakil ketua, wakil sekretaris, dan bidang-bidang, akan diumumkan setelah proses pelantikan resmi ketua-ketua PKB se-Indonesia.
“Pengurus lainnya akan diumumkan pasca pelantikan nanti,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI itu.
Pelantikan kepengurusan PW PKB se-Indonesia direncanakan berlangsung di Jakarta pada awal Februari 2026.
Sementara itu, Udin menegaskan penetapan dan pelantikan kepengurusan tersebut baru berlaku di tingkat provinsi.
Untuk kepengurusan PKB di tingkat kabupaten/kota, Musyawarah Cabang (Muscab) dijadwalkan akan dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2026 secara serentak di seluruh Indonesia.
“Yang ditetapkan dan dilantik awal Februari nanti hanya kepengurusan provinsi. Untuk kabupaten/kota, pelaksanaannya sekitar Juni atau Juli,” pungkasnya.
Editor: Erwin