Sejak resmi dilantik pada Februari 2025, pasangan Rudy–Seno langsung bekerja menyelaraskan berbagai agenda penting pemerintahan, termasuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Hal itu disampaikan Sekretaris DPD PDIP Kaltim Ananda Emira Moeis. “Kemudian melanjutkan ke pembahasan APBD Perubahan 2025 dan APBD murni 2026 berikutnya,” ujar Ananda kepada Korankaltim.com Senin (5/1/2025).
Baik secara pribadi maupun dari pandangan partai, Rudy–Seno menunjukkan energi dan komitmen yang kuat dalam menjalankan roda pemerintahan. Keduanya aktif turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi daerah. Mereka melakukan pengawasan, serta menindaklanjuti berbagai persoalan pembangunan di Kaltim.
“Dari yang saya lihat, mereka berdua cukup aktif. Tidak hanya menerima laporan, tetapi juga melihat langsung, mengawasi dan menindaklanjuti apa yang dibutuhkan untuk pembangunan Kaltim,” papar Ananda.
Duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda juga menyoroti arah kebijakan pembangunan yang tercermin dalam RPJMD dan penganggaran daerah.
Meski diakui terdapat penyesuaian dan pemangkasan anggaran pada beberapa sektor, ia menegaskan bahwa program-program prioritas gubernur tetap dijalankan.
Satu diantara fokus utama yang dinilai konsisten adalah pembangunan sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Program unggulan seperti GratisPol untuk pendidikan dan kesehatan gratis, serta JosPol di sektor infrastruktur, tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Walaupun ada anggaran yang terpangkas, program prioritas tetap berjalan. Pendidikan dan kesehatan gratis masih menjadi perhatian utama, begitu juga pembangunan infrastruktur,” tambahnya.
Terkait evaluasi kinerja, hingga saat ini PDIP masih memberikan dukungan terhadap pemerintahan Rudy–Seno. Namun ia menegaskan partai tetap menjalankan fungsi pengawasan dan tidak menutup kemungkinan memberikan kritik apabila ditemukan kekurangan ke depan.
“Kami berikan dukungan. Kalau nanti ada yang kurang, tentu akan dikritik. Itu bagian dari fungsi pengawasan,” tegas Ananda.
Menjawab pertanyaan mengenai apakah ada hal yang perlu diubah sejak pasangan tersebut menjabat, Ananda mengakui bahwa tantangan pembangunan di Kaltim cukup kompleks.
Namun pemerintah provinsi dinilai telah menjalankan apa yang menjadi prioritas dan janji politiknya kepada masyarakat.
“Permasalahan pasti banyak, tapi dari sisi prioritas, apa yang dijanjikan sudah mulai dijalankan, terutama terkait pembiayaan pendidikan dan kesehatan. Untuk hal-hal lainnya, tentu kita saling memberi masukan dan saling mengawasi,” tutup Ananda.
Editor: Aspian Nur