Pernyataan itu ia sampaikan dalam kegiatan Rembug Pengawasan dan Penguatan Kelembagaan Tata Kelola Pengawasan Pemilu dan Pemilihan yang digelar di Kantor Bawaslu Kaltim, Senin (1/12/2025).
Dalam paparannya, Hari menyebut Bawaslu Kaltim tengah melakukan perubahan pendekatan dalam penyelenggaraan pengawasan pemilu.
Saat ini, berbagai upaya masih bersifat uji coba, namun diarahkan untuk membangun sistem yang lebih modern, akurat, dan berkelanjutan.
“Kami mencoba mengembangkan pusat data pengawasan pemilu, sehingga seluruh informasi tahapan pemilu dapat diakses dalam satu sistem,” ujarnya.
“Mulai dari pelaksanaan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga TPS,” tambahnya.
Hari menjelaskan, pusat data tersebut dirancang untuk menampilkan perkembangan setiap tahapan pemilu secara real-time. Termasuk hasil rekapitulasi, aktivitas kampanye, hingga laporan dugaan pelanggaran.
Pengawas di lapangan akan mengunggah data secara langsung, sehingga Bawaslu Provinsi dapat memantau dinamika kampanye maupun potensi pelanggaran dalam hitungan menit.
Setelah pemilu selesai, seluruh data itu akan disimpan sebagai dokumen baku yang dapat diakses sewaktu-waktu.
“Dengan sistem ini, kami bisa melihat kapan dan di mana kampanye berlangsung, berapa pesertanya, serta apakah ada dugaan pelanggaran,” imbuhnya.
“Setelah selesai, data ini menjadi catatan permanen yang menggambarkan dinamika pemilu kita,” jelasnya.
Menurut Hari, data bukan hanya berfungsi sebagai alat evaluasi pengawasan bagi Bawaslu, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh partai politik untuk merumuskan strategi pemenangan yang lebih tepat sasaran.
“Bagi pengawas pemilu, data ini kami gunakan untuk merumuskan tata kelola pengawasan di masa depan,” bebernya.
Namun, bagi partai politik kata Hari, informasi ini bisa menjadi bahan menyusun strategi, agar kebijakan dan penggunaan anggaran kampanye lebih tepat. Meski demikian, ia menegaskan Bawaslu tidak bermaksud menjadi alat kepentingan politik tertentu.
Sebaliknya, pihaknya ingin mendorong peningkatan kualitas demokrasi melalui penyediaan data yang akurat, terbuka, dan mudah diakses.
“Kualitas informasi menentukan kualitas kebijakan dan tindakan. Itu yang ingin kami bangun,” tutupnya.
Editor: Erwin