Hal ini sekaligus menjawab anggapan publik bahwa lembaga penyelenggara pemilu hanya sibuk ketika masa tahapan berlangsung.
Ketua KPU Bontang, Muzarroby Renfly, menyampaikan bahwa sejumlah agenda strategis tetap berjalan di luar tahapan pemilu. Salah satunya adalah program pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Proses ini dilakukan secara periodik, baik setiap tiga bulan maupun enam bulan, guna memastikan daftar pemilih tetap (DPT) selalu akurat.
“Data pemilih itu tidak serta-merta ditentukan saat tahapan saja. Justru di masa non-tahapan inilah kesempatan untuk melakukan pembaruan agar tidak ada pemilih yang terlewat,” ujarnya, Jumat (19/9/2025).
Selain itu, KPU juga gencar melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Sasaran kegiatan tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga pelajar, khususnya siswa SMA yang akan memasuki usia pemilih.
Bahkan, menurut Muzarroby, edukasi politik juga kerap diberikan kepada siswa SMP sebagai bentuk penanaman pemahaman sejak dini.
“Ketika mereka sudah berusia 17 tahun, mereka akan lebih siap menggunakan hak pilihnya. Pendidikan pemilih ini sifatnya harus berkesinambungan, tidak bisa hanya sekali datang lalu berhenti,” katanya.
Tak hanya itu, KPU Bontang juga berperan dalam mendukung kegiatan demokrasi di tingkat masyarakat, seperti pemilihan ketua RT dengan meminjamkan perlengkapan logistik untuk pemilihan RT.
Kegiatan lain yang berjalan di masa non-tahapan adalah keterlibatan dalam proses pergantian antar waktu (PAW) anggota dewan, hingga verifikasi bantuan keuangan partai politik.
Muzarroby menegaskan KPU tidak pernah berhenti bekerja, hanya saja ritme di masa non-tahapan berbeda dengan saat tahapan.
“Kalau di tahapan, pekerjaan kita bisa 24 jam penuh. Di non-tahapan, tetap ada kegiatan yang berjalan, hanya saja tidak serumit tahapan,” jelasnya.
Berbagai agenda tersebut, menurutnya, penting untuk menjaga kualitas demokrasi di Bontang. Ia juga menepis anggapan bahwa masa non-tahapan identik dengan “menganggur”.
Editor: Erwin