Keputusan itu ditetapkan melalui sidang musyawarah yang juga sekaligus meresmikan jajaran pengurus hingga ke tingkatan struktur paling bawah. Penunjukan Ismail mendapat sambutan positif dari seluruh kader.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim Subandi menyebut, mekanisme pemilihan diinternal PKS berbeda dengan partai politik lainnya. Menurutnya, proses tersebut melibatkan pemilihan berjenjang serta penilaian prestasi pribadi yang diukur dengan sistem skor.
“PKS punya sistem yang khas. Semua penunjukan melalui mekanisme internal dengan mempertimbangkan rekam jejak dan capaian kader,” kata Subandi kepada Korankaltim.com Minggu (14/9/2025).
“Dari hasil itu Ismail Latisi ditetapkan sebagai Ketua DPD PKS Samarinda. Kami sepenuhnya mendukung keputusan ini,” ucap Subandi lagi.
Visi-misi yang diusung Ismail dianggapnya sudah tepat sasaran. Tiga misi utama yang dicanangkan adalah pengkaderan, pemenangan Pilkada dan pelayanan masyarakat, lebih realistis dibandingkan menyusun banyak agenda yang sulit diwujudkan.
“Tidak perlu banyak program, tiga misi itu sudah cukup untuk mengembalikan kejayaan PKS di Samarinda. Kalau program terlalu banyak, itu hanya akan jadi daftar harapan, bukan visi nyata,” tegasnya.
Selain sebagai Ketua DPD, Ismail juga menjabat sebagai anggota DPRD Samarinda. Posisi ganda itu akan mempercepat penyaluran aspirasi warga ke lembaga legislatif.
“Dengan jabatan di DPRD, pelayanan publik bisa lebih optimal. Aspirasi masyarakat akan lebih cepat ditindaklanjuti karena langsung bersentuhan dengan kebijakan,” ucapnya.
PKS memiliki tradisi kuat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam momentum politik maupun di luar tahun pemilu. Kedekatan ini menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan warga terhadap PKS.
“Pejabat publik dari PKS tidak hanya muncul saat kampanye. Mereka turun langsung mendengar keluhan warga di berbagai kesempatan. Kami optimis pada 2030, dukungan masyarakat untuk PKS akan meningkat signifikan,” jelas Subandi.
Editor: Aspian Nur