Penetapan ini dilakukan melalui Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar di salah satu kafe di Balikpapan, Minggu, (7/9/2025).
Nasrul Hamdi menggantikan Sonhaji, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD PKS Balikpapan.
Musda mengusung tema “Kokoh Bersama Majukan Balikpapan untuk Indonesia” yang mencerminkan semangat PKS untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan Kota Balikpapan.
Acara berlangsung sederhana dan khidmat sebagai bentuk empati pada kondisi masyarakat yang masih banyak menghadapi kesulitan.
Agenda utama Musda adalah pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) dan DPD PKS Balikpapan. Prosesi pelantikan dilakukan oleh perwakilan DPW PKS Kaltim, Fahrurozi, yang juga menjabat Ketua Dewan Syariah Wilayah Kaltim.
Selain Nasrul Hamdi yang dipercaya memimpin DPD PKS, struktur kepengurusan baru menetapkan Encik Mulyadi sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) dan Zarkasy Ahmadi sebagai Ketua Dewan Etik Daerah (DED).
Dalam kesempatan tersebut, Nasrul Hamdi menegaskan, pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum regenerasi dan penyegaran bagi PKS Balikpapan.
Ia berharap pengurus baru mampu meningkatkan soliditas partai sekaligus memberi kontribusi positif bagi masyarakat.
“Dengan regenerasi pengurus baru ini, mudah-mudahan bisa meningkatkan kekuatan PKS di Balikpapan serta memberikan peran yang positif untuk warga. Kami siap menjadi mitra pemerintah kota dan mendukung kebijakan yang pro-rakyat dan pemerintahan yang bersih,” ujarnya.
Menurutnya, visi kepengurusan PKS sejalan dengan arahan Presiden PKS pusat, yakni partai harus berempati pada kondisi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan. Pejabat publik maupun kader diminta tidak menampilkan gaya hidup berlebihan di ruang publik maupun media sosial.
“Kita menjaga perasaan masyarakat, ikut berempati dengan keadaan mereka, serta berusaha membantu sesuai kemampuan,” tambahnya.
Selain itu, dia juga mengakui sempat terjadi dinamika internal pada periode sebelumnya yang berimbas pada berkurangnya kursi PKS di legislatif. Namun, ia menegaskan kondisi partai kini sudah solid dan siap menatap agenda politik ke depan.
Tak kalah penting, sambung dia katakan, setiap pengurus baru diwajibkan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen menjaga loyalitas dan konsistensi dalam menjalankan kebijakan partai.
“Alhamdulillah barisan kita sudah solid, satu visi dan misi. Ke depan, dengan struktur yang kuat dan kader yang militan, insya Allah kita bisa mengembalikan posisi PKS di legislatif. Target kami minimal sembilan kursi agar bisa membentuk satu fraksi penuh,” pungkasnya.
Editor: Erwin