Dalam kesempatan ini, Seno menyampaikan apresiasi kepada PKS yang selama ini aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Dia berharap Muswil kali ini dapat menghasilkan keputusan strategis yang sejalan dengan arah pembangunan Kaltim ke depan.
“Saya selaku Wakil Gubernur Kaltim mengucapkan terima kasih dan berdoa supaya Musyawarah Wilayah IV PKS ini berjalan lancar serta menghasilkan poin-poin penting bagi pembangunan Kaltim,” ucapnya.
Menurutnya, PKS merupakan partai pendukung pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kaltim saat ini tengah bersiap menuju “Generasi Emas 2045” dengan cita-cita menjadi daerah penopang Indonesia sebagai negara maju.
Dalam proses itu, ia menilai peran PKS sangat strategis, terutama melalui program kaderisasi, pendidikan agama, serta kontribusi di sektor pelayanan publik.
“PKS adalah partai yang semakin dewasa dan besar. Kami melihat PKS memiliki ruang yang luas untuk bersinergi dengan Pemprov Kaltim,” bebernya.
Menurut Seno, ada beberapa program yang selaras, mulai dari pembangunan daerah, yakni peningkatan pelayanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan.
PKS juga dinilai mendukung penciptaan lapangan kerja, advokasi kebijakan pro-rakyat, hingga melahirkan kader-kader berkualitas.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu mengingatkan pentingnya mendukung visi besar Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan “Asta Cita” menuju Indonesia maju 2045.
Menurutnya, keberhasilan itu hanya bisa dicapai melalui kerja keras bersama, kolaborasi, serta menghindari berita hoaks yang dapat memecah belah bangsa.
“Kaltim ini adalah miniatur Indonesia. Masyarakatnya heterogen, terdiri dari berbagai suku mulai Dayak, Kutai, Banjar, Jawa, Bugis, Bali, hingga Papua,” tuturnya.
“Apalagi pada 2028 mendatang, Ibu Kota Negara (IKN) akan resmi pindah ke Kaltim. Semua pihak harus bersatu, termasuk PKS dengan kader-kader andalnya, agar pembangunan berjalan optimal,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Seno juga membeberkan perkembangan investasi di Kaltim. Selama enam bulan kepemimpinan dirinya bersama Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud, sudah terdapat sebanyak 23 investor yang menyatakan minat berinvestasi, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.
Dia menekankan hubungan pemerintah dengan partai politik tidak sekadar formalitas, tetapi harus dibangun dengan komunikasi yang erat, harmonis, dan saling mendukung.
“Kami ingin PKS dan Pemprov Kaltim saling berkomunikasi dengan baik, sehingga pembangunan di daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Erwin