Sebuah survei terbaru yang melibatkan 280 responden yang dibagi secara random sampling berdasarkan desa dan kelurahan se-Kukar telah dilakukan untuk mengukur opini dan kepuasan masyarakat terhadap suatu isu tertentu. Survei ini memiliki margin of error sebesar 5 persen dengan tingkat kepercayaan yang kuat, sehingga hasilnya dapat dijadikan gambaran representatif dari populasi yang disurvei.
Dalam rilis yang diselenggarakan Searchi Borneo Senin (3/3/2025) malam tadi, Direktur Eksekutif Martain menyebutkan dalam proses pengumpulan data, para peneliti melibatkan mahasiswa dan para pakar yang sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam survei serupa. Mereka turun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, dan memastikan data yang dikumpulkan tetap akurat serta relevan dengan tujuan penelitian.
Terdapat belasan nama dengan klasmen kepercayaan tertinggi yang akan mendampingi Rendi Solihin, data memaparkan urutan pertama yaitu Maslianawati atau yang biasa disapa Mbok Ampak mendapat 47,50 persen suara, kedua Sunggono 15 persen, ketiga Abdul Rasyid 11,79 persen, Hadi Mulyadi 6,79 persen dan Chairil Anwar 4,64 persen.
"Berdasarkan grafik dengan kuesioner pertanyaan seandainya Pilkada Kukar digelar hari ini, pasangan calon manakah yang akan di pilih, 65 persen memilih Rendi Solihin dan Maslianawati Edi Damansyah," ujar Martain disela pemaparan survey kepada Korankaltim.com.
Survei ini kemudian berusaha di rombak dengan klasemen pertanyaan bagaimana jika posisi Maslianawati menduduki pertama dan disandingkan wakilnya Rendi Solihin, hasil membuktikan tingkat kepercayaan diangka 63,93 persen.
Dilanjutkan dengan penyandingan berbagai pasangan Rendi Solihin dan Chairil Anwar sebeesar 47,14 persen, Rendi Solihin dan Sunggono mencapai 45 persen, Rendi Solihin dan Tauhid Aprilianor (Toi) 43,93 persen dan disusul Rendi Solihin dan Abdul Rasyid 46,43 persen.
Kata Martain, adanya pengambilan sampel ini menunjukkan rata-rata 47,5 persen dari 20 Kecamatan se-Kukar menunjukkan Maslianawati paling layak menggantikan Edi Damansyah dan mendampingi Rendi Solihin. "Figur ke dekatan, ini menjadi pengaruh dalam tingkat partisipasin pada PSU pada April mendatang," ungkap Martain.
Hasil survei juga menunjukkan mayoritas pemilih berada di usia dewasa, kelompok yang sudah memiliki hak suara dalam Pemilu. Hal ini menunjukkan kesadaran politik masyarakat Kukar cukup tinggi dengan keterlibatan dominan dari kelompok yang telah matang dalam mengambil keputusan politik.
Dari sisi pekerjaan, para responden berasal dari berbagai latar belakang dengan mayoritas bekerja sebagai pedagang, pelaku UMKM, karyawan, dan ibu rumah tangga. Kelompok ini menjadi yang paling terdampak oleh kebijakan pemerintah daerah dan tersentuh langsung oleh program yang diberikan.
Dari segi pendidikan, survei ini menyoroti tantangan besar dalam kualitas pemilih di Kukar. Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan tertinggi SMA, yang mencerminkan kondisi pendidikan secara umum di Indonesia, di mana akses ke jenjang pendidikan tinggi masih menjadi kendala.
Dalam aspek suku, Kukar menunjukkan keberagaman etnis, meskipun suku Kutai dan Jawa menjadi yang paling dominan. Sementara suku-suku lain tetap terdistribusi dalam jumlah yang lebih kecil, keberagaman ini mencerminkan kompleksitas dalam preferensi politik di Kukar.
"43,21 persen berada pada suku Kutai, kenapa demikian populasi di Kukar ini di Dominasi dengan suku tersebut," jelasnya.
Temuan survei ini memberikan wawasan berharga bagi para calon yang akan bertarung dalam pemilihan bupati Kukar. Dengan mengetahui profil pemilih, mereka dapat menyusun strategi yang lebih efektif dalam meraih suara.
Dengan margin of error 5 persen, hasil survei ini memberikan gambaran yang cukup akurat mengenai kondisi pemilih di Kukar. Pemilihan bupati ke depan akan sangat ditentukan oleh bagaimana para kandidat mampu memahami serta merespons karakteristik dan kebutuhan masyarakat secara nyata.
Dengan adanya survei tersebut pihaknga juga menyambungkan, sebagaimana ini dapat berubah dan ditentukan pada pendaftaran calon nomor urut satu untuk kembali bertarung pada PSU dicanangkan 25 April mendatang. "Kami berharap dengan adanya survei ini tidak menurunkan tingkat partisiapsi Kukar menurun," tutup Martain.
Editor: Aspian Nur