"Tentunya peristiwa ini adalah bagian dari perjuangan dan dukungan. Secara manusiawi memang kebatinan saya terpukul, tapi saya terus berupaya menguatkan diri karena saya harus bangkit untuk pendukung Edi-Rendi," kata Edi kepada korankaltim.com, Kamis (27/2/2025).
Hal ini disampaikan Edi dalam pertemuan dengan ratusan pendukungnya di rumahnya Jalan Arwana, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong hari ini. Pada pertemuan itu pendukungnya terlihat manangis karena merasa akan kehilangan sosok figur yang didambakan.
Edi mengucapkan terima kasih kepada para pendukung dan simpatisan telah mengantarkannya mendapatkan suara mencapai 259.489 dikungan.
Edi mengkilas balik kemenangannya di Pilkada 27 November 2024 lalu dimana dirinya selangkah lagi menduduki kursi bupati. "Tetapi kemenangan masyarakat Kukar digagalkan di MK RI, kalau bahasa dalam agama didzolimi, tapi kami yakin dan percaya pendukung Edi-Rendi tetap tenang, terus bersama dan kompak menjaga Kukar," papar Edi.
Pasangan nomor urut 1 yaitu dirinya bersama Rendy Solihin masih diperbolehkan untuk kontestasi Pilkada Kukar, masih ada hak untuk Rendi melanjutkan perjuangan pada PSU April mendatang. "Nomor urut 1 masih diperbolehka untuk ikut kontestasi Pilkada Kukar, hanya Edi Damansyah yang didiskualifikasi karena konon katanya hitungan jabatan telah dua priode," paparnya.
Sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Kukar, pembahasan secara internal partai sosok atau figur yang akan mendampingi wakilnya masih dilakukan. "Sabar, nanti ada waktunya, masih pembahasan internal partai karena belum melihat petunjuk teknis secara tertulis dari KPU," ujar Edi.
Jelang PSU 60 hari mendatang, Edi akan fokus menyelesaikan tugas serta amanah sebagai bupati Kukar yang telah diberikan.
Editor: Aspian Nur