Disampaikan Kepala Badan Keatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti mengatakan berdasarkan hasil pleno yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar data yang dihimpun mengalami kenaikan mencapai 20 persen.
Sebagaimana diketahui pada ajang pesta demokrasi 2020 lalu, partispasi pemilih hanya memcapai 57 persen, target tersebut jauh dari perkiraan dari tahun sebelumnya, setelah dianalisis lebih jauh beberapa faktor mempengaruhi partisipasi tersebut menurun yakni situasi Covid-19 mengharuskan para pemilih melakukan vaksinasi, jaga jarak dan anjuran untuk dirumah saja.
Tetapi di tahun 2024, Kesbangpol Kukar berhasil meningkatkan partisipasi pemilih hampir mencapai target nasional, kata Rinda ini semua berkat kerja keras beberapa stake holder .
“Ada perbandingan cukup jauh 3030 itu hanya 57 persen, saat ini Kukar mampu mencapai 71,38 persen, ada peningkatan 20 persen dan ini cukup signifikan,” jelas Rinda, Senin (9/12).
Lebih lanjut, kerjasama ini di bangun dengan para Organisasi Masyarakat (Ormas), partai politik, relawan, KPU Kukar, Bawaslu hingga Kesbangpol Kukar yang menjajaki setiap Desa guna mendosialisasikan hak pilih masyarakat.
Terlebih tercatat dalam data Kesbangpol Kukar, saat ini rata-rata semua masyarakat dari 20 Kecamatan telah menggunakan hak pilihnya dengan kalkulasi diatas rata-rata yaitu 60 persen.
“Dan ada beberapa faktor yang mempengaruhi semisal masyarakat ini tidak memilih, biasanya karena Daftar Pemilih Tetap (DPT) pindah domisili,” ujarnya.
Peningkatan partisipasi pemilih ini akan terus digaungkan oleh pihaknya, sebab guna meningkatkan daya tarik masyarakat dalam memilih harus dilakukan secara kontinue, agar dapat memahami dan teredukasi. “Dominasi tahun ini yang banyak memilih, para pemilih pemula kelompok Gen Z dan Millenial,” bebernya.
Rinda berharap ke depan, masyarakat Kukar semakin paham akan pentingnya memilih pemimpin, sebab hal ini akan mempengaruhi arah baru Kukar dan figur yang dapat menakhodai dalam lima tahun ke depan.
“Memang yang namanya kesadaran politik itu harus dibangun secara terus menerus, tidak mesti ketika ada momen Pemilu atau Pilkada, agar generasi muda ini memiliki kesadaran akan pentingny memilih pemimpin,” pungkasnya. (*/kk)