Iswan mengungkapkan atas temuan tersebut hingga saat ini tidak mengakui hasil hitung cepat yang sudah beredar pasca pelaksanaan pemungutan suara yang sudah berlangsung.
“Kami hanya mengakui hitung resmi dari KPU atau Real Count,” jelasnya di Rumah Calon Gubernur Kaltim, Isran Noor, Rabu (27/11/2024) malam.
Ia membeberkan beberapa kejanggalan yang dianggap sebagai kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Kaltim, setelah pihaknya melakukan analisa terhadap dokumen C-Plano.
Jumlah dokumen yang ia terima dari 6.274 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang teranalisa sudah sebanyak 792 berkas dan 366 diantaranya dinyatakan bermasalah.
“Dari total 6.274 C-Plano sesuai jumlah TPS, hingga Rabu malam, sudah menganalisa sebanyak 792 berkas. Dari jumlah itu, 365 di antaranya bermasalah,” tegasnya.
Iswan menegaskan pihaknya akan terus melakukan verifikasi terhadap dokumen yang diterima, bahkan ia memperkirakan bakal dimungkinkan dokumen yang bermasalah akan terus bertambah.
“Kami menargetkan akan menyelesaikan verifikasi hingga Kamis dini hari, pukul 03.00 Wita,” sebutnya.
Editor: Erwin