Debat yang dilangsungkan di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Senin (11/11/2024) tadi malam dan dihadiri penelis akademisi yakni Dr. Saipul, Ida Farida. M.Ed, Aji Ratna Kusuma. M.Si, Prof. Dr. Zamroni, Dr. Rahmawati.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar, Rudi Gunawan mengatakan bahwa teknis debat sesuai dengan Peraturan KPU pada nomor 13 tahun 2024, debat diharapkan mampu memberikan gagasan signifikan dan meningkatkan minat masyarakat dalam memilih 27 November mendatang.
“Kami harap dengan debat ini, dapat meningkatkan partisipasi pemilih di Kukar hingga 77 persen, masyarakat Kukar menggunakan hak pilihnya,” jelasnya saat sambutan.
Saat sesi debat berlangsung, suara porak-poranda menghiasi aula, para simpatisan masing-masing calon mengeluarkan yel-yel kebanggan mereka, bahkan moderator berulang kali mengerahkan untuk tetap tenang dan tidak bersuara sedikitpun.
Tibalah saat penyampaian Visi Misi dimulai paslon nomor urut 1, Edi Damansyah dan Rendi Solihin menguatkan Kukar akan menjadi lumbung pangan yang dapat menyongsong Kalimantan Timur secara keberlanjutan, serta akan mewujudkan pondasi industri hijau dengan mengedepankan sektor holtikultura.
“Edi Rendi mengedepankan, pembangunan ke depan harus selaras dengan nasional, provinsi hingga sampai ke daerah, sebagaimana arahan presiden Indonesia harus menjadi swasembada pangan, maka kami mengedepankan Kukar akan menjadi lumbung pangan di Kalimantan Timur,” jelas Rendi.
Pada pasangan calon Awang Yacoub Luthman (AYL) dan Akhmad Zais (AZ) mengendepankan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemerintahan yang dapat mengatur APBD menyasar kepada rakyat.
“AYL dan AZ menekankan kepentingan Kukar yang lebih baik, hebat dan lebih jelas dengan berlandaskan ketuhan dan keadilan, bukan hanya kepentingan pondasi semata, peran masyarakat dibutuhkan bukan hany APBD saja,” tutur AYL.
Pasangan nomor urut 3, Dendi Suryadi dan Alif Turiadi mengedepankan infastruktur, pendidikan dan kesehatan dengan pelayanan yang gratis. Masih banyak yang harus diselesaikan di Kukar yang seharusnya bisa transparan, dengan ini pihaknya meningkatkan berbagai sektor dalam visi-misi gerbang nusantara hingga menjamah sampai ke daerah terpencil.
“Peningkatan lapangan pekerjaan, karena hampir dua ribu pengangguran masih terjadi, selain itu infrastuktur buruk dan rusak perlu ditingkatkan, Dendi Alif akan hadir dan melengkapi fasilitas hingga ke desa-desa,” jelas Dendi.
Editor: Erwin