Hal itu merupakan pertanyaan panelis untuk mengetahui lebih dalam visi misi dari masing-masing calon Pilkada Kota Bontang saat debat berlangsung Minggu (10/11/2024) hari ini.
Pasangan Calon 01: Basri-Chusnul memaparkan keberhasilan kota Bontang dalam mencapai angka APK yang luar biasa, yaitu 105 persen untuk pendidikan SD, 96 persen untuk SMP, dan 65 persen untuk SMA.
“Pendidikan di kota Bontang sangat baik, di mana hampir tidak ada anak yang tidak bersekolah. Namun, penurunan APK di tingkat SMA disebabkan banyaknya anak yang melanjutkan pendidikan ke luar kota,” kata Basri.
Dirinya menekankan pentingnya menjadikan APK sebagai prioritas utama ke depan dengan komitmen untuk memberikan pendidikan gratis dan beasiswa tuntas.
Sementara Pasangan Calon 02 Sutomo-Nasrullah mengusulkan peningkatan kualitas pendidikan dengan lebih memfokuskan pada pendidikan dasar dan penguatan SDM.
“Kami akan fokus pada pelajaran deep learning, dan ada tiga hal yang harus diaplikasikan: mindset positif, suasana belajar yang menyenangkan, dan mengurangi tekanan dari publik,” ungkap Nasrullah.
Mereka juga menekankan pentingnya menyediakan fasilitas pendidikan yang merata di seluruh daerah, terutama di pesisir yang masih terbatas dalam hal sarana pendidikan.
Pasangan Calon 03 Najirah-Aswar menyoroti pentingnya mengatasi masalah kesenjangan fasilitas pendidikan, terutama di daerah pesisir.
“Kami akan memastikan adanya asrama di pesisir dan fasilitas lainnya untuk mendukung kelanjutan pendidikan anak-anak di daerah tersebut,” kata Najirah.
Selain itu, mereka penerapan wajib belajar 13 tahun untuk memastikan semua anak di kota Bontang mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah tanpa hambatan.
Sementara Pasangan Calon 04 Neni-Agus berbicara tentang upaya untuk menjaga dan meningkatkan APK di kota Bontang.
“APK di kota Bontang sangat baik, dengan angka SD melebihi 100 persen. Ke depan, kami akan mempertahankan prestasi ini dan terus memperbaiki sistem pendidikan di kota Bontang,” ujar Neni.
Mereka juga berencana untuk memperluas akses pendidikan dengan mengutamakan pemerataan fasilitas di seluruh daerah.
Editor: Aspian Nur