Saat ini dua pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur diketahui mulai bersaing melalui janji-janji politik ketika nantinya menjabat, satu diantaranya isu tentang pendidikan yang mulai digembar-gemborkan masing-masing paslon.
Paslon Nomor Urut 1 Isran Noor - Hadi Mulyadi sudah mulai mempublikasikan keberhasilan mereka dalam program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Hadi Mulyadi mengungkapkan program tersebut merupakan satu-satunya program beasiswa pendidikan terbesar dibanding provinsi lainnya.
“Selama menjadi gubernur, beliau (Isran Noor) sudah menganggarkan dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) sebesar Rp1,3 Triliun, ini yang terbesar dibandingkan provinsi lain, silahkan cek saja,” ujar Hadi dalam konferensi pers kepada media Selasa (8/10/2024) hari ini.
Besaran tersebut merupakan akumulasi lima tahun menjabat sebagai kepala daerah. Kalau terpilih kembali bersama Isran Noor mereka sudah bersepakat untuk meningkatkan alokasi anggaran untuk program BKT sebesar Rp2,5 Triliun.
Sementara paslon Nomor Urut 2, Rudy Mas’ud-Seno Aji menjelaskan mereka memiliki program yang dinamakan Gratispool yang meliputi pendidikan gratis, BPJS Kesehatan gratis, makan begizi gratis, wifi setiap desa gratis, DP rumah biaya admin gratis, haji dan umroh bagi marbot masjid gratis.
Program gratispol merupakan program yang dapat di-cover menggunakan APBD Kaltim, bagi Seno hal itu sangat masuk akal apabila dilaksanakan, khusus pada isu Pendidikan. Mereka berupaya untuk menyediakan pendidikan gratis sampai S3.
"Ada yang bilang ini tidak masuk akal, tidak mungkin, justru yang tidak masuk akal itu apabila tidak menggunakan APBD Kaltim untuk kesejahteraan Masyarakat,” tegas Seno.
Editor: Aspian Nur