Gerakan ini dipimpin Edwin Pidung dengan struktur lainnya adalah Putra Syahrizan sebagai Sekjen dan Bendahara Umum Ema Salmianti.
Ketua GEMURU Kaltim, Andre Afrizal menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap setiap program yang diusung. Menurutnya sebagai anggota GEMURU, pemahaman soal program harus lebih diutamakan. Andre juga mengajak seluruh relawan untuk bersama-sama mencerdaskan masyarakat yang masih ragu atau belum paham terhadap program yang ditawarkan.
Dalam sambutannya ia juga menekankan bahwa ketenangan pasangan calon (paslon) dalam berkampanye menjadi salah satu indikator kuat bahwa elektabilitas mereka masih dalam posisi aman. Ia pun meminta para anggota gerakan untuk mencontoh gaya kampanye Rudi Masud yang selalu tenang dan fokus menyampaikan program-program, bukan sekadar retorika.
“Semakin paslon tenang, itu berarti mereka percaya diri dengan elektabilitasnya. Sebaliknya, kalau sudah mulai panik, mungkin ada yang perlu diwaspadai,” kata Andre dalam sambutannya di Deklarasi Gemuru Kota Bontang, Minggu (6/10/2024)
Dia menegaskan bahwa paslon yang mereka dukung mengedepankan program yang berbasis data, dengan pendekatan yang realistis namun kerap dituding oleh pihak lain sebagai program yang tidak masuk akal. Salah satu program unggulan yang dipaparkan adalah beasiswa gratis hingga jenjang S3. Meskipun banyak pihak meragukan kelayakan program ini, Andre menyampaikan perhitungan rinci yang mendukung gagasan tersebut.
Dengan jumlah mahasiswa di Kaltim mencapai 160.800 orang dan biaya kuliah rata-rata Rp5 juta per semester, total anggaran yang diperlukan untuk beasiswa bisa mencapai Rp1,6 triliun per tahun. Namun, dengan APBD Kaltim 2023 yang mencapai Rp25 triliun, di mana Rp5 triliun yaitu 20 persen dan APBD diantaranya dialokasikan untuk pendidikan, program ini dinilai realistis untuk dijalankan.
“Kita punya data, dan berdasarkan perhitungan, beasiswa hingga S3 itu sangat mungkin. Terlebih, di tahun 2022, Kaltim memiliki silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) hampir Rp3 triliun. Ini menunjukkan bahwa ada dana yang tidak terserap dengan baik yang bisa dimaksimalkan untuk pendidikan,” tambah Andre.
Selain beasiswa, program seragam sekolah gratis untuk siswa SMA dan SMK. Andre menjelaskan, anggaran yang dibutuhkan tidak sebesar yang dibayangkan. Untuk siswa baru di SMA dan SMK, sekitar 70 ribu siswa, dengan biaya seragam Rp1 juta per siswa, totalnya hanya Rp140 miliar per tahun.
“Jika kita gabungkan dengan program beasiswa, total anggaran pendidikan hanya Rp1,74 triliun—angka yang sangat mungkin diambil dari APBD kita,” jelasnya.
Di bidang kesehatan, pasangan Calon yang ia dukung juga memiliki program BPJS gratis bagi seluruh masyarakat Kaltim. Andre menyebut contoh Kota Balikpapan yang sudah berhasil menggratiskan BPJS selama tiga tahun dengan anggaran Rp94 miliar per tahun.
“Untuk kota seperti Bontang dengan populasi 180 ribu jiwa, hanya butuh Rp30 miliar untuk BPJS gratis. Untuk seluruh Kaltim, kita hanya membutuhkan sekitar Rp700 miliar. Ini program yang sangat masuk akal,” ujarnya.
“Ketika ada yang bertanya soal program kita, kita harus bisa menjelaskan dengan jelas dan meyakinkan,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur