Dalam kampanye di Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, beberapa waktu lalu, Basri Rase memaparkan bahwa program ini akan menyediakan makanan bergizi seimbang yang didistribusikan kepada warga yang rentan kekurangan gizi.
“Kami punya program makan bergizi, penguatan rantang kasih dan perawatan kesehatan bagi lansia, serta jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk kader pembangunan daerah maupun pekerja rentan,” jelas Basri.
Program ini merupakan penyempurnaan dari Rantang Kasih, yang saat ini berjalan. Jika sebelumnya program ini hanya menyasar lansia, ke depan, Basri dan Chusnul ingin memperluasnya kepada balita sebagai langkah pencegahan stunting, sebuah upaya penting dalam mendukung generasi muda yang sehat.
Selain Program Sosial Ramah, pasangan ini juga telah menyusun rencana Stimulan RT Berkarya, sebuah inisiatif yang bertujuan memberdayakan setiap RT (Rukun Tetangga) dengan alokasi dana mulai dari Rp40 juta hingga Rp250 juta per tahun. Dana tersebut akan dikelola secara swakelola oleh masing-masing RT untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM), termasuk insentif bagi pegiat agama, serta bantuan bagi warga yang membutuhkan, seperti santunan kematian untuk keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
"Kita punya program stimulan RT berkarya, insentif bagi pegiat agama, serta bantuan dan rehabilitasi pembangunan rumah ibadah," tambah Basri.
Di bidang pendidikan, Basri dan Chusnul juga menekankan komitmen mereka untuk menyediakan bus sekolah gratisbagi pelajar dan mahasiswa, dengan prioritas kepada keluarga yang kurang mampu. Program ini diharapkan dapat meringankan beban transportasi dan mendukung akses pendidikan yang lebih baik di Bontang.
"Kita akan prioritaskan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, dan menambahkan bus sekolah gratis untuk pelajar dan mahasiswa di Bontang," pungkasnya.
Editor: Supiansyah