Wakil Najirah, Aswar, membeberkan cara kerja salah satu aplikasi di Bontang Super Apps yang dinilai mampu mengurangi angka pengangguran secara masif dan terstruktur.
Menurut Aswar, platform digital tersebut nantinya akan mirip dengan aplikasi belanja online yang mengumpulkan para pedagang, pembeli, dan stakeholder lain dalam satu aplikasi. Bedanya, platform ini akan mengumpulkan para pekerja, penyedia lowongan, dan pemerintah dalam satu aplikasi.
"Orang mau kerja, nanti tinggal input datanya di situ," kata Aswar saat ditemui di salah satu kegiatannya baru-baru ini.
Data yang dimaksud berupa daftar riwayat hidup, kualifikasi, pengalaman kerja, hingga foto pelamar. Di sisi lain, perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja juga akan mengumumkan lowongannya di aplikasi tersebut. Hal ini akan memudahkan para pelamar dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan mereka, begitu pun sebaliknya.
"Misalnya perusahaan butuh tukang las, tinggal cari di aplikasi, muncul semua orang yang sudah masukkan datanya di situ," jelas Aswar.
Selain itu, ada pihak ketiga yang merupakan lembaga pelatihan. Nantinya, setiap lembaga pelatihan juga diharuskan mengunggah data peserta yang telah menyelesaikan pelatihan ke dalam aplikasi tersebut agar terdata sebagai pencari kerja dengan kualifikasi sesuai pelatihan yang sudah dijalani.
"Yang keempat, ada pihak pemerintah. Pemerintah ini sebagai regulator yang mengatur platform ini," lanjutnya.
Dengan demikian, setiap pelamar yang telah memasukkan datanya akan terdata di dinas dan dikategorikan sebagai pencari kerja. Antara perusahaan dan pencari kerja nantinya dapat berinteraksi langsung tanpa perantara, yang diharapkan dapat mengurangi praktik "orang dalam" di industri kerja Kota Bontang dan pemerintah. Menurutnya, hal ini sudah diterapkan di beberapa kota lain, di antaranya Tangerang dan Cimahi, Jawa Barat.
"Jadi ke depan, para pekerja tidak perlu lagi nongkrong di industri tenaga kerja. Cukup menggunakan aplikasi ini, dan itu juga bisa mengurangi praktik 'orang dalam'," tutup Aswar.
Editor: Supiansyah